Silabus Katekhisasi SIDI. Pdt.Erwin H Manurung.S.Th
SILABUS PELAJAR SIDI/KATEKHISASI/PARGURU MALUA HKBP
Pengertian,
Hakekat, Dan Tujuan Katekisasi
Ketika kekristenan bukan lagi
merupakan agama satu-satunya maka model pengajaranpun berubah. Pembaharuan
modul pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan gereja termasuk jemaatnya namun
makna gereja tetap dipertahankan. Dalam sejarahnya bukan modul saja yang
dirubah tapi juga disiplin yang diberlakukan sebagai bagian dari pengajaran dan
teori sangat yang mendasar untuk diterapkan dalam pelatihan. Ciri hkasnya pada
awalnya pengajaran selalu diikuti dengan pelatihan-pelatihan. Untuk abad ini
kita perlu belajar kembali tentang beberapa hal yang prinsip dalam pengajaran
Kristen khususnya katekisasi.
Pengertian Katekisasi
Dalam dunia Yunani dikenal katechein
yang berarti menggema atau menyuarakan keluar. Katekese adalah pengajaran iman,
pembinaan iman, komunikasi iman, pengakaran iman dan pengembangan iman jemaat
yang menyebut dirinya murid Kristus. Katekese mengalami perkembangan dari zaman
kezaman sesuai dengan keadaan dan tempatnya. Lama kelamaan istilah ini diambil
alih oleh orang Kristen menjadi istilah yang khusus dalam bidang pewartaan
gereja. Segala usaha penyampaian ajaran, pendidikan agama atau ajaran disebut
dengan katekese. Dalam Alkitab terdapat sejumlah kata katekese, seperti: Lukas
1:4(diajarkan), Kis 18:25b (Pengajaran); Kis 21:21 (mengajar), Roma
2:18a(diajarkan) IKor 14: 19 (mengajar); Gal 6:6 (Pengajaran). Dalam konteks
ini katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman, dan pendidikan iman
agar orang Kristen semakin dewasa di dalam iman. Dalam lingkungan gereja
Protestan isitilah yang lebih familier untuk kata ini disebut dengan
katekisasi. Istilah katekisasi umumnya dimengerti sebagai pengajaran sekaligus
pelatihan-pelatihan bagi para calon baptis atau sidi. Jadi katekisasi adalah
usaha usaha yang dilakukan oleh gereja untuk menolong jemaatnya semakin
mendalami , menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Katekisasi
merupakan rangkaian pendidikan iman bagi jemaat sepanjang kehidupan.
Hakekat katekese
Pengertian katekisasi begitu luas,
kaya dan mengandung banyak segi kehidupan sehingga setiap usaha untuk
merumuskannya secara tepat membuatnya lebih miskin.[4] Ketika kita berusaha
mengkotakkan maknanya maka ia akan kehilangan hakekatnya sebab katekisasi
menyentuh semua segi kehidupan orang Kristen: dimensi ritual praktek keagamaan,
dimensi perasaan atau pengalaman keagamaan yang dinyatakan dalam prilaku riil/konkrit
setiap hari. Oleh sebab itu katekisasi tidaklah berpusat kepada pengetahuan
keagamaan saja, ketekisasi adalah kehidupan itu sendiri bukan persiapan untuk
hidup.[5] Katekisasi melebihi sekedar materi, metode dan teknik, katekisasi
adalah pedagogi, pengajaran iman. Tugas utama katekisasi adalah:
a. Memberitakan Firman Allah,
mewartakan Kristus. Katekisasi bertugas menghadirkan Firman Tuhan agar manusia
bertemu secara pribadi dengan Kristus sebab katekisasi adalah pewartaan diri
Kristus.
b. Katekisasi mendidik untuk
beriman. Katekisasi menolong jemaat untuk terpikat kepada Allah yang
diberitakan dalam diri Kristus sehingga mereka melakukan kehendak dan perintah
Allah sebagai hasil pembaharuan hidup manusia.
c. Katekisasi mengembangkan
iman.Bertumbuhnya gereja tergantung kapada kegiatan katekisasi, melalui
katekisasi gereja dibaharui.
d. Katekisasi adalah mendidik
e. Katekisasi juga adalah:
- Memperlengkapi jemaat merasakan pemeliharaan Allah sehingga mereka memelihara persekutuan untuk saling mengasihi dan saling melayani.
- Memperlengkapi jemaat untuk saling mengasihi di dalam Kristus melalui sharing pengalaman iman
- Memperlengkapi jemaat untuk hidup bertumbuh di dalam hubungan dengan Allah sehingga menjadi tanda kehadiran Allah
- Meperlengkapi jemaat untuk mencerminkan dan berbuat bersama-sama dengan Kristus atas nama Kerajaan Allah.
Hukum Taurat Allah dan Orang Kristen
A. PENGERTIAN
HUKUM TAURAT
Sepuluh Hukum
Taurat yang diberikan Allah kepada Musa di gunung Sinai yang dituliskan di dua
Batu loh. Sepuluh dasa titah tersebut terbagi menjadi dua
bagian :
1.
Titah 1 - 4 yaitu tentang hubungan
Allah dengan manusia
2.
Titah 5 - 10 yaitu tentang hubungan
manusia dengan manusia
Hukum Taurat
di terima bangsa Israel untuk mendidik dan menata hidup bangsa Israel menuju
tanah Kanaan selama 40 tahun di gurun pasir Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada
Musa di gunung Sinai untuk mendirikan kemah suci dan membuat tabut perjanjian
yang berisi loh hukum (Keluaran 25 : 1 - 22)Kesepuluh dasa titah tertulis di
dalam Alkitab pada perjanjian lama di (Keluaran 20 : 2 - 17)
B.
HUKUM ALLAH DAN ORANG KRISTEN
Bagi orang
Kristen hukum Allah memiliki peran ganda, yaitu:
1.
Hukum Allah itu menuntun kita sampai
pada Kristus
Galatia
3:24 “jadi hukum taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang,
supaya kita di benarkan karna iman”
2.
Hukum Allah menjadi pedoman hidup yang
baru yaitu melalui Yesus Kristus dengan menaati hukum dengan iman
Roma 1:5 ,
Roma 16:26 , Yeremia 31:33
ALMANAK HKBP - KALENDER GEREJAWI HKBP.
ALMANAK HKBP - KALENDER
GEREJAWI HKBP.
Tahun Baru Tahun Baru (Taon Baru) 01. Minggu Epiphanias Epiphanias Pernyataan Allah. (Hapapatar). 02. Minggu I Setelah Epiphanias Minggu I Setelah Epiphanias (Minggu I Dung Epiphanias) 03. Minggu II Setelah Epiphanias Minggu II Setelah Epiphanias (Minggu II Dung Epiphanias) 04. Minggu Septuagesima Minggu Septuagesima. 70 Hari Sebelum Kebangkitan (70 Ari Andorang So Haheheon) 05. Minggu Sexagesima Minggu Sexagesima. 60 Hari Sebelum Kebangkitan
(60 Ari
Andorang So Haheheon).
06. Minggu Estomihi Minggu Estomihi Engkau akan menuntun dan membimbing aku, Mazmur 31 : 3b. (Sai Ho ma gabe partanobatoanku, Psalmen 31 : 3b) 07. Minggu Invocavit Minggu Invocavit Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Mazmur 91 : 15a. (Jouonna ma Ahu, jadi alusanKu ma ibana, Psalmen 91 : 15a) 08. Minggu Reminiscere Minggu Reminiscere Ingatlah segala rahmatMu dan kasih setiaMu ya Tuhan, Mazmur 25 : 6. (Sai ingot ma angka denggan ni basaM, Psalmen 25 : 6). 09. Minggu Okuli Minggu Okuli Mataku tetap terarah kepada Tuhan, Mazmur 25 : 15a. (Sai tong do mangaranap matangku tu Jahowa, Psalmen 25 : 15a) 10. Minggu Letare Minggu Letare Bersukacitalah bersama-sama, Yesaya 66 : 10a. (Marlas ni roha ma hamu, Jesaya 66 : 10a). 11. Minggu Judika Minggu Judika Berilah keadilan bagiku, ya Allah, Mazmur 43 : 1a. (Luluhon ahu ale Jahowa, Psalmen 43 : 1a) 12. Minggu Palmarum Minggu Palmarum Matius 21 (Maremare, Mateus 21) 12a. Jumat Agung Peringatan Kematian Tuhan Yesus (Pesta Parningotan Hamamate Ni Tuhan Jesus) 13. Minggu Paskah I Minggu Paskah I Peringatan Kebangkitan Tuhan Yesus
(Pesta
Parjolo Parningotan Haheheon Ni Tuhan Jesus)
13a. Paskah II
Paskah
II Peringatan Kebangkitan Tuhan Yesus
(Pesta Paduahon Parningotan Haheheon Ni Tuhan Jesus) |
29.Minggu
VIII Setelah Trinitatis
Minggu VIII Setelah Trinitatis. (Minggu VIII Dung Trinitatis). 30. Minggu IX Setelah Trinitatis Minggu IX Setelah Trinitatis. (Minggu IX Dung Trinitatis). 31. Minggu X Setelah Trinitatis Minggu X Setelah Trinitatis. (Hasitolusadaon Ni Debata, Minggu X Dung Trinitatis). 32. Minggu XI Setelah Trinitatis Minggu XI Setelah Trinitatis. (Minggu XI Dung Trinitatis). 33. Minggu XII Setelah Trinitatis Minggu XII Setelah Trinitatis. (Minggu XII Dung Trinitatis). 34. Minggu XIII Setelah Trinitatis Minggu XIII Setelah Trinitatis. (Minggu XIII Dung Trinitatis). 35. Minggu XIV Setelah Trinitatis Minggu XIV Setelah Trinitatis. (Minggu XIV Dung Trinitatis). 36. Minggu XV Setelah Trinitatis Minggu XV Setelah Trinitatis. (Minggu XV Dung Trinitatis). 37. Minggu XVI Setelah Trinitatis Minggu XVI Setelah Trinitatis. (Minggu XVI Dung Trinitatis). 38. Minggu XVII Setelah Trinitatis Minggu XVII Setelah Trinitatis. (Minggu XVII Dung Trinitatis). 39. Minggu XVIII Setelah Trinitatis Minggu XVIII Setelah Trinitatis. (Minggu XVIII Dung Trinitatis). 40. Minggu XIX Setelah Trinitatis Minggu XIX Setelah Trinitatis. (Minggu XIX Dung Trinitatis). 41. Minggu XX Setelah Trinitatis Minggu XX Setelah Trinitatis. (Minggu XX Dung Trinitatis). 42. Minggu XXI Setelah Trinitatis Minggu XXI Setelah Trinitatis. (Minggu XXI Dung Trinitatis). 43. Minggu XXII Setelah Trinitatis Minggu XXII Setelah Trinitatis. (Minggu XXII Dung Trinitatis, Minggu Reformasi). 44. Minggu XXIII Setelah Trinitatis Minggu XXIII Setelah Trinitatis. (Minggu XXIII Dung Trinitatis). 45. Minggu XXIV Setelah Trinitatis Minggu XXIV Setelah Trinitatis. (Minggu XXIV Dung Trinitatis). |
14. Minggu Quasimodogeniti Minggu Quasimodogeniti, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, I Petrus 2 : 2. (Songon posoposo na imbaru tubu, I Petrus 2 : 2.) 15. Minggu Miserikordias Domini Minggu Miserikordias Domini, Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, Mazmur 33 : 5b (Gok asi ni roha ni Jahowa do tano on, Psalmen 33 : 5b) 16. Minggu Jubilate Minggu Jubilate Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, Mazmur 66 : 1 (Marolop-olop tu Debata sandok tano on, Psalmen 66 : 1) 17. Minggu Kantate Minggu Kantate Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, Mazmur 98 : 1. (Endehon hamu ma di Jahowa ende na imbaru, Psalmen 98 : 1) 25. Minggu IV Setelah Trinitatis Minggu IV Setelah Trinitatis. (Minggu IV Dung Trinitatis). 26. Minggu V Setelah Trinitatis Minggu V Setelah Trinitatis. (Minggu V Dung Trinitatis). 27. Minggu VI Setelah Trinitatis Minggu VI Setelah Trinitatis. (Minggu VI Dung Trinitatis). 28. Minggu VII Setelah Trinitatis Minggu VII Setelah Trinitatis. (Minggu VII Dung Trinitatis). |
46. Minggu XXV Setelah Trinitatis Minggu XXV Setelah Trinitatis. (Minggu XXV Dung Trinitatis). 47. Minggu Ujung Tahun Gereja Minggu Ujung Tahun Gereja. (Minggu Ujung Taon parhuriaon, Parningotan ni angka na monding). 48. Minggu Advent I Minggu Advent I. 49. Minggu Advent II Minggu Advent II 50. Minggu Advent III Minggu Advent III 51. Minggu Advent IV Minggu Advent IV 51a. Natal I Natal I. (Pesta parjolo parningotan di hatutubu ni Tuhan Jesus). 51b. Natal II Natal II. (Pesta paduahon parningotan di hatutubu ni Tuhan Jesus). 52. Minggu Setelah Kelahiran Tuhan Yesus Minggu Setelah Kelahiran Tuhan Yesus. (Minggu Dung Hatutubu ni Tuhan Jesus). 52a. Minggu Akhir Tahun Minggu Akhir Tahun. (Minggu Ujung Taon, Parpunguan Bodari). |
Ayat ALKITAB untuk Remaja
Remaja masa kini
dihadapkan dengan tekanan-tekanan yang sulit. Banyak dari pergumulan mereka
berkisar seputar kesucian seksual, rokok, minuman keras, mematuhi orang tua,
musik, film, internet, dan pornografi. Ayat-ayat Alkitab berikut ini penting
untuk mendukung kehidupan spiritual remaja-remaja Kristen masa kini di dalam
dunia yang berdosa yang penuh dengan godaan ini. Ayat-ayat ini perlu
diingat-ingat dan digunakan sebagai senjata melawan panah api Iblis.
Tentang merokok dan
minum minuman keras.
Atau tidak tahukah
kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus
yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"
(1 Korintus 6:19-20
)
Mematuhi orang tua.
Hai anak-anak,
taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah
ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata
dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Efesus
6:1-3)
Berkencan
(bermesraan, berciuman).
Jagalah hatimu
dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
(Amsal 4:23)
Kesucian seksual.
Jauhkanlah dirimu
dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar
dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya
sendiri." (1 Korintus 6:18)
Ayat ini juga baik:
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta
menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Yesus
mengatakan hal itu dalam Matius 5:28
Musik, film, dan
internet.
Karena itu,
saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi
serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga
kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:1-2)
Ayat-ayat ini
hanyalah beberapa saja di dalam Alkitab yang berbicara tentang
permasalahan-permasalahan yang seringkali dihadapi oleh para remaja. Ingatlah
ayat-ayat di halaman ini dan simpanlah di dalam hati Anda. Berikut beberapa
ayat-ayat lagi untuk para remaja.
30 Ayat Alkitab
untuk Remaja
Berikut ini 10 ayat
Perjanjian Lama dan 20 ayat Perjanjian Baru untuk Remaja.
Keluaran 20:12
Hormatilah ayahmu
dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu,
kepadamu.
Ulangan 31:6
Kuatkan dan
teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab
TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan
engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Yosua 1:8-9
Janganlah engkau
lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam,
supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di
dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung. .... Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai
engkau, ke manapun engkau pergi."
"Hai manusia,
telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari
padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati
di hadapan Allahmu?"
Yang hatinya teguh
Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
Dia memberi kekuatan
kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang
muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama
rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak
menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
janganlah takut,
sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan
meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Firman TUHAN datang
kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku
telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah
menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi
bangsa-bangsa." Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku
tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN berfirman
kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun
engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu,
haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai
engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." Lalu TUHAN
mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku:
"Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
Sebab Aku ini
mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah
firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
"Hai manusia,
telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari
padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati
di hadapan Allahmu?"
Tak seorangpun dapat
mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang
dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak
mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon
Tetapi carilah
dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan
kepadamu.
Apa gunanya seorang
memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat
diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Jawab Yesus
kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan
yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Berjaga-jagalah dan
berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut,
tetapi daging lemah."
Jawab Yesus:
"Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita,
Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Matamu adalah pelita
tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat,
gelaplah tubuhmu.
Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal.
"Janganlah
gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Kata Yesus
kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun
yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Pencobaan-pencobaan
yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan
manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan
ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Tetapi buah Roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.
Segala perkara dapat
kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Hai anak-anak,
taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
Jangan seorangpun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang
percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam
kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Janganlah engkau
keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah
orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan
perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
Apabila seorang
dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!"
Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai
siapapun.
Apakah gunanya,
saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia
tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang
saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan
sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan,
kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak
memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian
juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu
pada hakekatnya adalah mati.
Tanpa beriman, tidak
seorang pun dapat menyenangkan hati Allah. Sebab orang yang datang kepada Allah
harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi balasan kepada orang
yang mencari-Nya.
Demikian jugalah
kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu
semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah
menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis,
berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang
dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa
semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Ayat-ayat lain:
Matius 7:12
, Lukas 16:10
, Yohanes 13:34
, Roma 8:28
, Roma 12:18
, Roma 12:21
, Roma 13:10
, Roma 13:13
, Efesus 4:31-32
, 1 Korintus 6:9,10
, 2 Timotius 2:22
, Titus 2:2-8
, 1 Petrus 3:3,4
, 1 Petrus 4:3 
20 Nasihat Alkitab
untuk Remaja
Kitab Amsal dan
Pengkhotbah dipenuhi dengan nasihat-nasihat yang baik. Berikut beberapa di
antaranya:
Takut akan TUHAN
adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Hai anakku,
dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab
karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. Hai
anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
Percayalah kepada
TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Hai anakku,
peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu
Oleh sebab itu, hai
anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara
jalan-jalanku. Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah
mengabaikannya.
Hati yang gembira
adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Anak yang bebal
menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya.
Nama TUHAN adalah
menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
Amsal 19:21
Banyaklah rancangan
di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Amsal 20:11
Anak-anakpun sudah
dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya.
Amsal 21:23
Siapa memelihara
mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Amsal 23:19-22
Hai anakku,
dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si
peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian
compang-camping. Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah
menghina ibumu kalau ia sudah tua.
Siapa merampasi ayah
dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah
kawan si perusak.
Carilah
kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu.
Sebab Engkaulah
harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Inilah hari yang
dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Firman-Mu itu pelita
bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Jikalau bukan TUHAN
yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan
TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Ingatlah akan
Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat
tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di
dalamnya!",
Kupinta dengan
sangat kepadamu, hai putri-putri Yerusalem, jangan bangkitkan dan jangan
gerakkan cinta sebelum dikehendakinya.
95 Dalil Martin Luther
1. Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika Ia mengucapkan "Bertobatlah," dan seterusnya, menyatakan bahwa seluruh hidup orang-orang yang percaya harus diwarnai dengan pertobatan.
2. Kata ini tidak boleh dimengerti mengacu kepada hukuman sakramental; maksudnya, berkaitan dengan proses pengakuan dan pelepasan (dosa), yang diberikan oleh imam-imam yang dilakukan di bawah pelayanan imam-imam.
3. Dan, pertobatan tidak hanya mengacu pada penyesalan batiniah; tidak, penyesalan batiniah semacam itu tidak ada artinya, kecuali secara lahiriah menghasilkan pendisiplinan diri terhadap keinginan daging.
4. Jadi, hukuman itu terus berlanjut selama ada kebencian pada diri sendiri - maksudnya, penyesalan batin yang sejati berlanjut: yaitu, sampai kita masuk ke dalam kerajaan surga.
5. Paus tidak memiliki kekuatan maupun kuasa untuk mengampuni kesalahan apa pun, kecuali yang telah ia diberikan dengan otoritasnya sendiri, atau oleh peraturan.
6. Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecuali dengan menyatakan dan menjaminnya te1ah diampuni Allah; atau setidaknya ia dapat memberikan pengampunan pada kasus-kasus yang menjadi tanggung jawabnya, da1am kasus tersebut, jika kuasanya diremehkan, kesalahan akan tetap ada.
7. Allah tidak pernah mengampuni dosa apa pun, tanpa pada saat yang sama Dia menundukkan diri manusia itu, merendahkan diri da1am sega1a sesuatu, kepada otoritas imam, wakilnya.
8. Peraturan pengakuan dosa hanya dikenakan pada orang yang hidup dan tidak seharusnya dikenakan pada orang yang mati; menurut peraturan tersebut.
9. Oleh karena itu Roh Kudus berkarya da1am diri Paus me1akukan hal yang baik bagi kita, sejauh da1am keputusannya, Paus se1a1u membuat perkecualian terhadap aturan ten tang kematian dan nasib seseorang.
10. Imam-imam bertindak salah dan tanpa pengetahuan,jika dalam kasus orang yang sekarat, mengganti hukuman kanonik dengan api penyucian.
11. Benih ilalang tentang mengubah hukuman kanonik menjadi hukuman di api penyucian tampaknya tentu saja telah ditaburkan sementara para uskup tertidur.
12. Pada mulanya, hukuman kanonik dikenakan bukan sesudah, melainkan sebe1um pengampunan, sebagai ujian untuk pertobatan mendalam yang sejati.
13. Orang yang sekarat melunasi semua hukuman dengan kematian, dianggap sudah mati sesuai hukum kanon dan mendapat hak dilepaskan dari hukum kanon.
14. Kebaikan atau kasih yang tidak sempurna dari orang yang sekarat pasti menyebabkan ketakutan yang besar; dan makin sedikit kebaikan atau kasihnya, makin besar ketakutan yang diakibatkannya.
15. Rasa takut dan ngeri tersebut sudah cukup bagi dirinya sendiri, tanpa berbicara hal-hal lain, tanpa ditambah penderitaan di api penyucian karena hal itu sangat de kat dengan kengerian keputusasaan.
16. Neraka, api penyucian, dan surga tampak berbeda seperti halnya keputusasaan, hampir putus asa, dan kedamaian pikiran itu berbeda.
17. Jiwa da1am api penyucian, tampaknya harus seperti ini: saat kengerian menghilang, kasih meningkat.
18. Namun, hal itu tampaknya tidak terbukti dengan penalaran apa pun atau ayat Alkitab mana pun, api penyucian berada di luar kebaikan seseorang atau meningkatnya kasih.
19. Hal itu juga tidak terbukti; bahwa jiwa dalam api penyucian yakin dan mantap dengan berkat mereka sendiri; mereka semua, bahkan jika kita bisa sangat yakin dengan hal tersebut.
20. Oleh karena itu Paus, ketika ia berbicara ten tang pengampunan sepenuhnya dari semua hukuman, itu bukan sekadar bermakna semua dosa, melainkan hanya hukuman yang ia jatuhkan sendiri.
21. Jadi, para pengkhotbah pengampunan dosa, yang berkata bahwa dengan surat pengampunan dosa dari Paus, seseorang dibebaskan dan diselamatkan dari semua hukuman, melakukan kesalahan.
22. Sebab sesungguhnya ia tidak menghapuskan hukuman, yang harus mereka bayar dalam kehidupan sesuai dengan peraturan, bagi jiwa-jiwa di api penyucian.
23. Jika pengampunan sepenuhnya bagi semua hukuman bisa diberikan kepada seseorang, sudah tentu tidak akan diberikan kepada seorang pun kecuali orang yang paling sempurna - yaitu, kepada sangat sedikit orang.
24. Oleh karena itu sebagian besar orang pasti tertipu dengan janji pembebasan dari hukuman yang bersifat tidak pandang bulu dan sangat manis itu.
25. Kekuasaan seperti itu dimiliki Paus atas api penyucian secara umum, seperti halnya dimiliki setiap uskup di keuskupannya dan setiap imam di jemaatnya sendiri, secara khusus.
26. Paus bertindak dengan benar dengan memberikan pengampunan dosa kepada jiwa-jiwa, bukan dengan kekuasaan kunci-kunci (yang tak ada gunanya dalam hal ini), meLainkan dengan doa syafaat.
27. Orang yang berkata bahwa jiwa seseorang terlepas dari api penyucian segera setelah uang dimasukkan ke dalam peti yang menimbulkan bunyi gemerencing, berkhotbah dengan gila.
28. Sudah tentu, ketika uang yang dimasukkan dalam peti menimbulkan bunyi gemerencing, ketamakan, dan keuntungan mungkin meningkat, tetapi doa syafaat gereja tergantung pada kehendak Allah semata-mata.
29. Siapa tahu apakah semua jiwa di api penyucian ingin dibebaskan darinya atau tidak, sesuai dengan cerita yang dikisahkan tentang Santo Severinus dan Paschal?
30. Tidak ada seorang pun yang yakin tentang realita perasaan berdosanya sendiri, terlebih-lebih pencapaian pengampunan dosa seluruhnya.
31. Seperti halnya petobat sejati itu jarang, demikian juga orang yang sungguh-sungguh membeli surat pengampunan dosa itu jarang - maksudnya, sangat jarang.
32. Orang yang percaya bahwa, melalui surat pengampunan dosa, mereka dijamin mendapatkan keselamatan mereka, akan dihukum secara kekal bersama dengan guru-guru mereka.
33. Kita harus secara khusus berhati-hati terhadap orang yang berkata bahwa surat pengampunan dari Paus ini merupakan karunia Allah yang tak ternilai harganya, yang menyebabkan seseorang diperdamaikan dengan Allah.
34. Sebab kasih karunia yang disalurkan melalui pengampunan ini hanya berkaitan dengan hukuman untuk memenuhi hal-hal yang bersifat sakramen, yang ditentukan oleh manusia.
35. Orang yang mengajar bahwa penyesalan yang mendalam itu tidak diperlukan oleh orang-orang yang membeli jiwa-jiwa keluar dari api penyucian atau membeli lisensi pengakuan, tidak mengkhotbahkan doktrin Kristen.
36. Setiap orang Kristen yang merasakan penyesalan yang sejati akan mendapatkan pengampunan dosa seluruhnya yang sejati dari penderitaan dan rasa bersalah, bahkan meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
37. Setiap orang Kristen sejati, entah yang hidup atau yang mati, mendapatkan bagian dalam semua berkat Kristus dan gereja yang diberikan kepadanya oleh Allah meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
38. Namun, pengampunan dosa, yang dilakukan oleh Paus, tidak boleh dipandang rendah dengan cara apa pun sebab pengampunan, seperti saya katakan, merupakan pernyataan pengampunan dosa dari Allah.
39. Menekankan dampak pengampunan dosa yang besar dan pada saat yang sama menekankan pentingnya penyesalan yang sejati di mata orang-orang, merupakan hal yang paling sulit, bahkan juga untuk teolog yang paling terpelajar sekalipun.
40. Penyesalan yang sejati mendambakan dan mencintai hukuman, sementara hadiah pengampunan dosa menjadikannya lega dan membuat manusia membencinya, atau paling tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk membencinya.
41. Pengampunan dosa apostolikharus dinyatakan dengan penuh hati-hati,jika tidak, orang-orang secara salah akan menduga hal itu diletakkan pada perbuatan baik kasih lainnya.
42. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus tidak pernah berpikir bahwa pembelian surat pengampunan dosa dalam cara apa pun bisa dibandingkan dengan karya kasih karunia.
43. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memberi kepada orang miskin, atau memberi pinjaman kepada orang yang kekurangan, berbuat lebih baik daripada jika ia membeli surat pengampunan dosa.
44. Karena, me1alui kasih, kasih meningkat, dan manusia menjadi lebih baik; sementara melalui surat pengampunan dosa, ia tidak menjadi lebih baik, tetapi hanya lebih bebas dari hukuman.
45. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memandang seseorang yang kekurangan dan melewatinya, memberikan uang untuk mendapatkan pengampunan dosa, tidak sedang membeli surat pengampunan dosa dari Paus untuk dirinya sendiri, tetapi murka Allah.
46. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, kecuali mereka memiliki kekayaan yang berlimpah, mereka terikat untuk melakukan hal yang perlu untuk dipakai bagi keperluan rumah tangga mereka sendiri dan dengan cara apa pun tidak boleh menghamburkannya untuk mendapatkan surat pengampunan.
47. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, meskipun mereka bebas untuk membeli surat pengampunan dosa, mereka tidak diwajibkan untuk melakukannya.
48. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus, dalam memberikan pengampunan, memiliki kebutuhan lebih banyak dan keinginan lebih banyak agar doa yang tekun dinaikkan baginya, daripada uang yang sudah siap untuk dibayarkan.
49. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa pengampunan dari Paus itu berguna,jika mereka tidak meletakkan kepercayaan mereka penyucian; tetapi paling berbahaya, jika melaluinya mereka kehilangan rasa takut mereka kepada Allah.
50. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa,jika Paus mengetahui tuntutan para pengkhotbah pengampunan dosa, ia akan lebih menyukai jika Basilika St. Petrus dibakar sampai menjadi abu, daripada dibangun dengan kulit, daging, dan tulang domba-dombanya.
51. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, seperti halnya merupakan kewajiban, demikian juga itu merupakan harapan Paus yang jika perlu menjual Basilika St. Petrus dan memberikan uangnya sendiri kepada banyak orang, yang darinya para pengkhotbah pengampunan dosa menarik uang.
52. Sia-sialah harapan untuk mendapatkan keselamatan melalui surat-surat pengampunan dosa, bahkan sekalipun itu komisaris, tidak, bahkan Paus sendiri - harus menjanjikan jiwanya sendiri bagi mereka.
53. Orang yang, demi memberitakan pengampunan dosa, mengutuk firrnan Allah untuk meredakan ketenangan di gereja lainnya, adalah musuh Kristus dan Paus.
54. Kesalahan dilakukan terhadap firman Allah jika, dalam khotbah yang sama, waktu yang sama atau lebih lama dihabiskan untuk membahas surat pengampunan daripada untuk membahas firman Allah.
55. Menurut pikiran Paus jika surat pengampunan, yang merupakan masalah yang sangat kecil, dirayakan dengan satu bel, satu prosesi, dan satu seremoni; Injil, yang merupakan masalah yang sangat besar, seharusnya diberitakan dengan ratusan bel, ratusan prosesi, dan ratusan seremoni.
56. Kekayaan gereja yang menyebabkan Paus mengeluarkan surat pengampunan dosa, tidak cukup didiskusikan atau dikenal di antara umat Kristus.
57. Tampak jelas bahwa kekayaan tersebut bukanlah kekayaan semen tara; sebab kekayaan tersebut tidak untuk dibagikan secara gratis, tetapi hanya ditimbun oleh banyak pengkhotbah surat pengampunan dosa.
58. Kekayaan itu juga bukan kebaikan Kristus dan para Rasul; sebab tanpa peran Paus, kebaikan selalu menghasilkan kasih karunia kepada manusia rohani; dan salib, kematian, dan neraka bagi manusia lahiriah.
59. St. Lawrence berkata bahwa harta benda gereja adalah orang-orang miskin di gereja, tetapi ia berbicara menurut penggunaan kata itu pada zamannya.
60. Kami tidak tergesa-gesa berbicara jika kami berkata bahwa kunci gereja, yang diserahkan melalui kebaikan Kristus, adalah kekayaan itu.
61. Sangat jelas bahwa kuasa Paus pada hakikatnya sudah memadai untuk mengampuni hukuman dan kasus-kasus yang khusus diberikan padanya.
62. Kekayaan gereja yang sejati adalah Injil Kudus dari kemuliaan dan kasih karunia Allah.
63. Namun, kekayaan itu paling dibenci karena membuat orang yang pertama menjadi yang terkemudian.
64. Sementara kekayaan surat pengampunan dosa paling diterima karena membuat yang terakhir menjadi yang pertama.
65. Oleh karena itu kekayaan Injil adalah jala, yang pada mulanya digunakan untuk menjala orang kaya.
66. Kekayaan surat pengampunan dosa adalah jala yang sekarang digunakan untuk menjala kekayaan orang.
67. Surat pengampunan dosa, yang dipromosikan secara jelas oleh para pengkhotbah sebagai kasih karunia terbesar, dipandang sungguh-sungguh seperti itu sepanjang berkaitan dengan meningkatnya keuntungan.
68. Namun, dalam kenyataan, surat itu tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kasih karunia Allah dan kesalehan karena salib.
69. Uskup dan imam terikat untuk menerima komisaris kepausan yang mengurusi surat pengampunan dengan segala kehormatannya.
70. Namun, mereka masih terikat untuk melihatnya dengan segenap mata mereka dan memerhatikan dengan segenap telinga mereka supaya orang-orang ini tidak mengkhotbahkan keinginan mereka sendiri, namun mengkhotbahkan apa yang diperintahkan oleh Paus.
71. Biarlah orang yang berbicara menentang kebenaran surat pengampunan dosa Paus terkucil dan terkutuk.
72. Namun, pada sisi lain, orang yang mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menentang hawa nafsu dan penye1ewengan kebebasan para pengkhotbah pengampunan, biarlah ia diberkati.
73. Seperti halnya Paus secara adil menghardik orang yang menggunakan berbagai cara untuk merusak perdagangan surat pengampunan.
74. Terlebih-lebih jika ia menghardik orang yang, dengan dalih surat pengampunan, menggunakannya sebagai alasan untuk merusak kasih kudus dan kebenaran.
75. Berpikir bahwa sur at pengampunan Paus memiliki kuasa sedemikian sehingga mereka bisa membebaskan manusia bahkan jika - meskipun itu tidak mungkin - ia telah bersalah kepada Bunda Allah, merupakan kegilaan.
76. Sebaliknya, kami meneguhkan bahwa surat pengampunan Paus tidak bisa menghapuskan dosa paling remeh sekalipun, sepanjang hal itu terkait dengan kesalahannya.
77. Ungkapan yang mengatakan bahwa seandainya St. Petrus menjadi Paus sekarang, ia tidak bisa memberikan kasih karunia yang lebih besar, merupakan penghujatan kepada St. Petrus dan Paus.
78. Kami sebaliknya meneguhkan bahwa Paus saat ini atau Paus lain mana pun memiliki kasih karunia yang lebih besar yang dapat digunakan menurut kehendaknya - yaitu, InjiI, kuasa, karunia kesembuhan, dan sebagaimana tertulis (1 Korintus XII.9.)
79. Mengatakan bahwa salib yang dihiasi panji-panji kepausan merniliki kuasa yang sama dengan salib Kristus, merupakan penghujatan.
80. Uskup, imam, dan teolog yang mengizinkan khotbah semacam itu beredar di antara umat, harus memberikan pertanggung-jawaban.
81. Khotbah mengenai surat pengampunan dosa yang tidak terkontrol ini bukanlah hal yang mudah, bahkan juga bagi orang terpelajar, tidak bisa menyelamatkan Paus dari fitnah, atau, dalam semua peristiwa, pertanyaan kritis kaumawam.
82. Misalnya: "Mengapa Paus tidak mengosongkan api penyucian demi kasih yang paling kudus, dan kebutuhan jiwa yang mendesak - ini menjadi yang paling benar dari semua alasan - jika ia menebus jumlah jiwa yang tidak terbatas demi hal yang paling hina, uang, untuk digunakan membangun Basilika - ini menjadi alasan yang paling sepele?"
83. Sekali lagi: "Mengapa misa penguburan dan misa peringatan hari kematian masih berlanjut, dan mengapa Paus tidak mengembalikan, atau mengizinkan penarikan dana yang diwariskan untuk tujuan ini; karena hal ini merupakan kesalahan untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus?"
84. Sekali lagi: "Apakah karena kesalehan yang baru kepada Allah dan Paus, maksudnya, demi uang, pejabat gereja mengizinkan orang yang tidak beriman dan musuh Allah untuk menebus jiwa-jiwa yang saleh dan mengasihi Allah dari api pencucian, namun tidak menebus jiwa yang saleh dan terkasih itu, berdasarkan kasih yang cuma-cuma, demi kebutuhannya jiwa-jiwa itu sendiri?"
85. Sekali lagi: "Mengapa peraturan tentang penyesalan dosa, yang sudah lama dihapuskan dan mati dalam kenyataannya karena tidak digunakan, sekarang dipatuhi lagi dengan memberikan surat pengampunan dosa, seolah-olah peraturan-peraturan tersebut masih hidup dan berlaku?"
86. Sekali lagi: "Mengapa Paus, yang kekayaannya saat ini jauh lebih banyak daripada orang yang paling kaya di antara orang kaya, tidak membangun Basilika St. Petrus dengan uangnya sendiri, sebaliknya dengan uang dari. orang-orang percaya yang miskin?"
87. Sekali lagi: "Apa yang diampuni at au dianugerahkan Paus kepada orang-orang, yang dengan penyesalan yang dalam dan sempurna, merniliki hak untuk mendapatkan pengampunan dan berkat yang sempurna?
88. Sekali lagi: "Berkat yang lebih besar apakah yang akan diterima gereja jika Paus, tidak satu kali, seperti yang ia lakukan sekarang, memberikan peng¬ampunan dosa dan berkat seratus kali sehari kepada setiap orang yang setia dalam iman?"
89. Oleh karen a keselamatan jiwa, bukannya uang, yang dicari Paus melalui surat pengampunannya, mengapa ia menunda surat-surat dan pengampunan dosa yang diberikan sejak lama karen a keduanya sama-sama manjur?
90. Untuk menindas keberatan dan argumen kaum awam dengan kekuatan semata-mata dan tidak menyelesaikannya dengan memberikan penjelasan, berarti memberi kesempatan kepada gereja dan Paus untuk dicemooh musuh-rnusuh mereka dan membuat orang-orang Kristen tidak senang.
91. jika, kemudian, pengampunan dikhotbahkan sesuai semangat dan pikiran Paus, sernua pertanyaan ini akan diselesaikan dengan mudah - tidak, bahkan tidak akan ada.
92. Jadi, menyingkirlah, semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Damai, damai," dan tidak ada damai!
93. Diberkatilah semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Salib, salib," dan tidak ada salib!
94. Orang-orang Kristen harus dinasihati untuk setia mengikuti Kristus Sang Kepala mereka melalui penderitaan, kematian, dan neraka.
95. Dan dengan demikian yakin untuk memasuki surga melalui penganiayaan, bukannya melalui damai sejahtera yang palsu.
Bapa Kami Dan Pembagiannya
Apa itu doa?
·
Doa ialah alat komunikasi kita kepada Tuhan
·
Doa ialah nafas kehidupan orang percaya
·
Doa ialah ucapan syukur, permohonan dan
pengampunan dosa
Kenapa
kita berdoa kepada Allah?
→ karena kita
ialah orang yang lemah, kita butuh pertolongan dari Tuhan yang memelihara dan
menciptakan kita
Latar belakang Doa Bapa Kami adalah untuk kepentingan bersama. Supaya kita tahu
membagi dan mengucap syukur kepada Tuhan, Supaya kita tahu terus meminta kepada
Tuhan, supaya kita tahu bahwa Tuhan yang memberikan semuanya, tidak ada yang
kita bawa ke dunia ini (1 timotius 6 : 7 – 8)
Pembagian Doa Bapa Kami
1.
Satu pembukaan
Bapa Kami yang
di surga
2.
Tujuh permintaan
o Dikuduskanlah namaMu
o Datanglah kerajaanMu
o Jadilah kehendakMu dibumi
seperti di surga
o Berikanlah pada hari ini
makanan kami yang secukupnya
o Dan ampunilah kesalahan
kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah
kepada kami
o Dan janganlah bawa kami
kedalam pencobaan
o Tetapi lepaskanlah kami
daripada yang jahat
3.
Satu penutup
Karna Engkaulah
yang empunya kerajaan, dan kekuasaan dan kemuliaan sampai slama-lamanya. Amin.
ingin tahu Doa Bapa Kami dalam bahasa Batak? Silahkan baca di Doa BAPA KAMI dalam Bahasa Batak
ingin tahu Doa Bapa Kami dalam bahasa Batak? Silahkan baca di Doa BAPA KAMI dalam Bahasa Batak
PENAMPAKAN JABATAN KRISTUS
Jabatan Kristus : Nabi, Iman dan Raja
Penampakan
ketiga jabatan Kristus ialah :
1
Mengkotbahkan kabar baik ditengah gereja, dunia dan
segala makhluk
2
Memelihara dan
melayankan sakramen
3
Menggembalakan warga gereja
4
Mengawasi kegiatan gereja
5
Mengajarkan dan memlihara ajaran yang murni (firman
Tuhan)
6
Menjalankan hukum siasat gereja dan penggembalaan dan
menentang ajaran sesat
7
Menjalankan pelayanan kasih
8
Membebaskan orang dari berbagai kemiskinan dan kebodohanIkut
serta melaksanakan pembangunan berdasarkan kebenaran dan keadilan dan
menjunjung tinggi nilai manusia selaku citra Allah (Imagodei)
Pengertian Sakramen HKBP
Gereja HKBP sebagai suatu wadah
persekutuan kudus di dalam Kristus juga melaksanakan Sakramen. Menurut gereja
HKBP Sakramen adalah jalan pemberian anugerah kepada manusia, sebab dengan
Sakramen disampaikan kepada yang percaya keampunan dosa, kebaharuan hidup,
kelepasan dari maut dan iblis serta sejahtera yang kekal. Karena itu pemahaman
tersebut perlu dijelaskan agar setiap anggota jemaat mengetahui dengan jelas
apa itu Sakramen. Oleh karenanya HKBP sebagai persekutuan umat yang percaya
yang dikuduskan (communio santorum) menjadi penampakan persekutuan Allah di
dunia ini yang senantiasa menunjukkan persekutuan di dalam Dia yang menetapkan
persekutuan itu.
Kurangnya pemahaman yang benar dalam
jemaat tentang Sakramen yang dilaksanakan di gereja HKBP menimbulkan
kegelisahan dalam jemaat kita. Banyak yang bertanya: betulkah Sakramen Yang
dilaksanakan di Gereja HKBP? Misalnya “tentang babtisan” baptisan kita
tidak benar atau belum cukup, karena hanya dilayani dengan air, dan
karena tidak diselamkan waktu dibaptis ? Tidak sedikit dari jemaat yang
dibuat bimbang dengan pertanyaan-pertanyaan itu sehingga mereka akhirnya
menyerahkan dirinya untuk dibaptis kembali (baptisan ulang). Karena itu hal ini
harus dicegah bukan saja dengan jalan mengintensifkan katekisasi dalam jemaat,
tetapi juga dengan jalan-jalan lain agar tiap-tiap angota jemaat mengetahui
dengan jelas apa itu Sakramen, apa isi dan maknanya. Berdasarkan pemahaman
tersebut di atas penulis merasa perlu untuk membahas mengenai SAKRAMEN DITINJAU
DARI TEOLOGIA HKBP.
DEFINISI SAKRAMEN.
Definisi umum tentang sakramen ialah
bahwa sakramen merupakan tanda lahiriah yang nampak, ditetapkan oleh Kristus,
menyatakan dan menjanjikan suatu berkat rohani. Sakramen secara pasti dapat
diartikan terhadap ritus baptisan kudus dan perjamuan kudus yang secara khusus
memberi makna keselamatan. Istilah “sakramen” mengandung arti
“sumpah jabatan” atau “sumpah prajurit” atau “suatu rahasia ilahi”,
“benda suci” atau “perbuatan kudus”.
Pada zaman gereja mula-mula kata
“sakramen” awalnya ditujukan kepada setiap doktrin dan perundangan.
Inilah alasan dari sebagian orang untuk menolak istilah sakramen,
dan memakai istilah “tanda”, “meterai”, atau “misteri”. Demikian
juga dengan pemakaian kata “sakramen” (yang dijabarkan dari kata sacer = kudus)
juga mengandung arti perbuatan atau perkara yang rahasia, yang kudus yang
berhubungan dengan dewa. Hal ini juga dihubungkan dengan
keadaan religius masa itu, sebab pada zaman itu perbuatan-perbuatan misterius
dalam melakukan konsekrasi ditemukan dalam berbagai-bagai agama.
Perbuatan-perbuatan kudus gereja pada waktu itu muncul dalam derajat yang sama
dengan hal-hal yang misterius.
Sakramen merupakan saluran
yang dipakai Allah untuk memberikan anugerahNya kepada manusia berdosa. Agustinus memberikan defenisi tentang
sakramen sebagai berikut : “Sakramen adalah tanda kelihatan dari hal yang
kudus ataupun bentuk yang kelihatan dari kasih karunia yang tidak
kelihatan”. Sakramen adalah peraturan kudus
yang ditetapkan oleh Kristus, di mana tanda-tanda yang bisa dilihat dan dirasa
dari anugerah Allah di dalam Kristus. Anugerah dalam sakramen
dilambangkan, dimeteraikan dan diterapkan untuk orang percaya yang pada
gilirannya adalah untuk menyatakan iman dan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa sakramen
adalah menerima anugerah yang kelihatan dari Allah, yang tidak kelihatan yang
diberikan kepada manusia berdosa.
Sejak zaman gereja mula-mula hingga
abad pertengahan, ketentuan tentang jumlah sakramen selalu berubah-ubah. Munculnya reformasi yang dilakukan oleh Martin Luhter,
meragukan akan keberadaan sakramen dalam gereja Katolik. Hal itu menjadi
pokok perdebatan antara para teolog pada zaman reformasi.
Sakramen-sakramen gereja ternyata mendapat perhatian yang lebih khusus dalam
pembahasan-pembahasan, khususnya menyangkut substansi sakramen tersebut,
termasuk maknanya masing-masing, bahkan juga menyangkut soal-soal
praktis.
Dalam gereja Protestan sakramen yang
diakui adalah “Baptisan
Kudus” dan “Perjamuan
Kudus ”. Allah yang mendirikan, menetapkan, memerintah, mensyahkan
baptisan itu dan perjamuan kudus, yang melaluinya Allah memberikan berkat dan
pengampunan dosa. Kedua jenis sakramen tersebut bertitik tolak dan berdasarkan
pada amanat penetapan, perintah dan perbuatan Yesus Kristus. Penetapan
baptisan kudus terdapat dalam Injil Matius 28:19 dan Markus 16:16, sedangkan
penetapan perjamuan kudus terdapat dalam Injil synoptis (Mat. 26:26-29; Mrk.
14:22-25; Luk. 22:14-20) dan surat Rasul Paulus (I Kor. 11:23-25).
Sakramen adalah saluran anugerah
Allah atau saluran kasih karunia Allah. Sakramen adalah perjanjian anugerah
atau perjanjian kasih karunia Allah tentang keselamatan manusia. Sakramen
menjadi saluran sukacita bagi setiap orang untuk memasuki suatu perjanjian
keselamatan dengan Allah. Oleh karena itu maka perjanjian keselamatan itu harus
senantiasa diterima, dijalani dan dilaksanakan dengan penuh kesetiaan dan penuh
ucapan syukur maupun sukacita. Maksudnya ialah bahwa setiap orang yang telah
menerima baptisan dan perjamuan kudus akan melihat sakramen sebagai perjanjian
yang menyelamatkan, pernyataan kesetiaan dan pengakuan iman dari setiap orang
kepada Kristus yang mengasihi manusia.
Namun harus tetap diingat bahwa keselamatan bukanlah mutlak
melalui sakramen. Keselamatan adalah melalui iman di dalam Yesus Kristus
(bnd. Yoh. 5:24 ; 6:29 ; 3:36 ; Kis. 16:31).
Kuasa dari sakramen tidak terletak pada unsur-unsur yang digunakan (air, roti
atau anggur), tetapi pada Allah yang menjadi fokus dari tanda-tanda itu.
Kuasanya tidak tergantung pada karakter dari pada iman yang melaksanakannya,
tetapi pada integritas Allah, sebab sakramen tidak pernah dimaksudkan untuk berdiri sendiri tanpa
disertai dengan Firman Tuhan. Firman dan ketentuan atau perintah-perintah Allah
dalam sakramen tersebutlah yang membuat sakramen ada dan benar
SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS
HKBP .
Baptisan itu adalah saluran kemurahan
Allah bagi manusia, anak-anak dan dewasa, karena melalui baptisan itu gereja
berdiri di tengah dunia ini, dan melalui iman dijadikan layak menerima
keampunan dosa, kelahiran kedua kali, kelepasan dari kuasa maut dan dari kuasa
iblis, dan memperoleh kebahagiaan kekal. Dan melalui baptisan itu jugalah
orang percaya dipersatukan ke dalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan
menerima kuasa Roh Kudus (Mrk. 10:14; Luk 18:16; Kis 2: 41; 10:48; 16:33;
Rom. 6:4; 1 Kor 10:1-9; Tit. 3: 5; Ibr 11:29; 1 Ptr. 3:21).
Menurut Konfessi HKBP adanya pengajaran penting bahwa Baptisan adalah “jalan pemberian anugerah” yang terpenting bukanlah cara, teknik atau tempatnya dilaksanakan (kolam, sungai, danau dan sebagainya) atau bentuknya. Tetapi makna dan berkat yang kita dapati dari baptisan itulah yang paling penting. Baptisan itu bagaimanapun dilakukan dan dimanapun itu berlangsung adalah merupakan saluran dari jaminan berkat keselamatan yang diberikan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Berkat itu mengalir kepada orang-orang percaya melewati saluran yang bermacam-macam. Adanya berkat dan anugerah serta janji yang diberikan oleh Allah melalui baptisan, yaitu: keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari kematian dan ikatan iblis serta keselamatan kekal.
Menurut Konfessi HKBP adanya pengajaran penting bahwa Baptisan adalah “jalan pemberian anugerah” yang terpenting bukanlah cara, teknik atau tempatnya dilaksanakan (kolam, sungai, danau dan sebagainya) atau bentuknya. Tetapi makna dan berkat yang kita dapati dari baptisan itulah yang paling penting. Baptisan itu bagaimanapun dilakukan dan dimanapun itu berlangsung adalah merupakan saluran dari jaminan berkat keselamatan yang diberikan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Berkat itu mengalir kepada orang-orang percaya melewati saluran yang bermacam-macam. Adanya berkat dan anugerah serta janji yang diberikan oleh Allah melalui baptisan, yaitu: keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari kematian dan ikatan iblis serta keselamatan kekal.
HKBP juga mengenal yang dinamai Babtisan Darurat (Tardidi
na hinipu) hal ini bisa dilaksanakan dengan ketentuan sebagai
berikut:
Baptisan darurat dilakukan kepada anak-anak yang sakit keras, yang belum
sempat dibawa ke gereja untuk menerima baptisan. Di HKBP dirumuskan sebagai
berikut : Bila ada orang yang belum dibabtis yang sakit keras, dan orang
tuanya berkehendak anaknya dibaptiskan, dimintalah sintua.. setempat.. untuk… melaksanakannya. Bila sintua setempat tidak bisa ditemui
dimintalah sintua tetangganya. Bila itu juga tidak ada, dicarilah anggota
jemaat yang rajin kegereja dan hidupnya saleh untuk melakukan pembaptisan. Bila
anggota jemaat yang seperti itu juga tidak sempat lagi dicari, orang tuanya
juga boleh melakukan pembaptisan itu, asal baptisan itu dilaksanakan dengan
benar sesuai dengan pemahaman HKBP. Bila itu yang terjadi, mereka hanya boleh membaptiskan tanpa memberi
berkat. Namun dalam situasi yang semakin maju sekarang ini, gereja tidak lagi
hanya ada di pedesaan, dan sudah banyak dikota, sekiranya ada anak yang sakit
keras, mereka bisa meminta pendeta untuk melakukan baptisan darurat.
Pendeta harus berusaha lebih dulu menghubungi sintua sekitar keluarga
tersebut, untuk sama-sama mengunjungi si anak yang sakit keras tersebut, dan
sebaiknya sintua yang melakukannya untuk menghubungi pendeta yang bersangkutan.
Tetapi bila itu tidak dapat dilakukan, bahkan guru huria, bibelvrow atau
diakones tidak bisa dihubungi, pendeta sendiri yang melakukan baptisan darurat.
Apabila anak itu meninggal, maka harus dilayani dengan liturgi HKBP. Bila anak
itu menjadi sehat, anak itu kemudian harus dibawa ke gereja pada waktu
kebaktian minggu waktu ada pembaptisan. Pada waktu anak itu dibawa ke depan
altar dihadapan pendeta, maka pendeta mengumumkan kepada jemaat sebagai berikut
: Saudara-saudara yang terkasih, kita bersyukur kepada Tuhan kita yang maha
pengasih yang menyembuhkan anak ini, karena pada waktu yang lalu anak ini sakit
keras dan telah dibaptiskan dengan baptisan darurat.
Oleh sebab itu, hanya berkat yang akan
diberikan kepadanya, namun namanya adalah:...................... (disebut nama
anak itu, nama itu hanya dibacakan tanpa baptis ulang). Kemudian pendeta
memberkatinya.
Sakramen :
Perjamuan Kudus HKBP
Dalam Konfessi HKBP dirumuskan bahwa kita percaya dan menyaksikan, Perjamuan Kudus ialah : memakan roti, dengan roti dimana (parhitean) kita terima daging dari Yesus Kristus Tuhan kita dan meminum anggur, dengan anggur dimana kita terima darah Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kita peroleh keampunan dosa, hidup dan sejahtera (1 Kor 11:17-34); Mat 26; Mark 14; Luk 22). Dengan demikian Perjamuan Kudus hanya sebagai alat atau media saja. Oleh karena itu, melalui Perjamuan Kudus manusia memperoleh keampunan dosa. Melalui keampunan dosa menusia dituntut untuk hidup bersekutu dan hidup dalam damai antara yang satu dengan yang lai Gereja Protestan pada umumnya lebih menekankan Perjauan Kudus sebagai peringatan akan kematain dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Adapun roti dan anggur dalam sakramen yang berarti bahwa :
Ø
Roti ;
melambangkan Tubuh Kristus
yang disalibkan. Makan tubuh Krists dalam arti kita dipersatukan dengan Dia,
dengan menerima apa yang dilakukanNya bagi manusia (Yoh 6: 8-58). Makan roti
mengingatkan bahwa Yesus menjadi manusia supaya tubuh manusiawi itu disalibkan.
Ia menderita dan mati serta bangkit, untuk menciptakan tubuh baru yaitu jemaat
Kristus.
Ø
Anggur
melambangkan darah Kristus yang
ditumpahkan untuk menyucikan dosa-dosa manusia. Darah ditumpahkan dari tubuh
Yesus yang terpaku di kayu salib untuk pengampunan atau penghapusan dosa
seluruh manusia. Darah yang adalah hidup, ditumpahkan agar memberi hidup kekal
bagi manusia. Minum anggur dari cawan pada saat Perjamuan Kudus, mengingatkan
kita bahwa Yesus sendiri telah minum cawan murka Allah yang seharusnya diterima
manusia
HKBP memahami
bahwa Perjamuan Kudus dipahami sebagai “parhitean” untuk menerima tubuh
dan darah Kristus yang sebenarnya. Yesus tidak mengubah hakikat roti dan anggur
menjadi tubuh dan darahNya sendiri, juga tubuh dan darah Yesus tidak melekat
pada roti dan anggur, melainkan bahwa melalui Perjamuan Kudus kita menerima
tubuh dan darah Yesus yang masuk ke dalam tubuh rohani kita, sedangkan roti dan
anggur tersebut masuk ke dalam tubuh jasmaniah kita. Artinya Perjamuan Kudus
merupakan sarana menerima tubuh dan darah Kristus.
Melalui Perjamuan Kudus manusia diyakinkan bahwa dia tumbuh menjadi satu
tubuh dengan Kristus. Dengan demikian segala sesuatu yang adalah kepunyaan
Dia boleh kita namakan kepunyaan kita.
Melalui Perjamuan Kudus manusia
diyakinkan bahwa kehidupan kekal yang telah diwarisinya menjadi milik manusia
dan bahwa Kerajaan Sorga yang telah dimasuki-Nya tak dapat luput dari manusia
sebagaimana tak dapat luput dari Dia.
Pokok-Pokok Ajaran Martin Luther
Ada 3 hal yang secara substansial
menjadi doktrin teologis Martin Luther dalam usahanya memperbarui Gereja, antara lain:
1) Ajaran tentang yustifikasi
(pembenaran) yang radikal atas manusia melalui sola fide.
2) Ajaran tentang infalibilitas
(ketidaksesatan) Alkitab, yang dipandang sebagai satu-satunya sumber kebenaran.
3) Ajaran tentang imamat umum dalam
hubungannya dengan kuasa untuk menafsirkan Alkitab.
1.
Sola Fide (Hanya Iman)
Doktrin tradisional Gereja
mengatakan bahwa manusia diselamatkan oleh iman dan karya-karyanya. Hal itu
berarti imam menjadi nyata sungguh-sungguh ketika diwujudkan dan diungkapkan
secara konkret dalam karya-karya. Dengan tegas, Luther menanggapi doktrin
tradisional tersebut dengan cara menentang nilai karya manusia dan hanya
membenarkan nilai iman.
Perlawanan Luther juga
dilatarbelakangi oleh rasa frustasi secara psikologis yang mendalam yang ia
rasakan karena berpikir bahwa ia tidak mampu memperoleh keselamatan kekal
dengan usaha dan karya manusiawinya sendiri. Ia mengalami sendiri suasana batin
bahwa ia tetap berdosa meskipun telah melakukan banyak usaha untuk hidup baik
dan saleh. Meskipun telah berpuasa, menjalani hidup mati raga, berziarah dan
menerima sakramen, Luther tetap merasa jatuh dan jatuh lagi ke dalam dosa yang
sama. Kemudian, ia berkeyakinan bahwa kegagalan terus menerus untuk hidup baik
tersebut menunjukkan rusaknya kodrat manusia pada akarnya. Manusia itu
sedemikian rusak kodratnya, sehingga usaha apapun yang dilakukan untuk hidup
baik tidak akan berhasil.
Selanjutnya, rasa frustrasi tersebut
membawanya pada sebuah solusi, yakni hanya dengan beriman pada Allah saja,
keselamatan dapat diperoleh. Baginya, imanlah yang membebaskan dan secara
radikal mencabut kekhawatiran hidup insan beriman. Motivasi konseptual doktrin
Luther adalah Allah menciptakan manusia “dari ketiadaan”. Dengan demikian,
manusia tidak akan mampu melakukan hal baik yang dinilai di hadirat Allah.
Luther juga berpendapat bahwa Iustitia Dei (keadilan Allah) semata-mata
dianugerahkan oleh Allah kepada manusia. Keadilan ini tanpa menuntut jasa dan
hak manusia. Manusia mendapatkan keadilan Allah bukan karena karya-karyanya,
melainkan karena kepastian akan keselamatan yang dilakukan oleh Allah. Jadi,
semakin ditegaskan bahwa karya insani manusia tidak dapat menyelamatkan manusia.
2.
Sola Scriptura (Hanya Alkitab)
Alkitab merupakan asas tunggal hidup
menggereja karena berisi semua kebenaran yang diwahyukan Allah. Dengan kata
lain, selain Alkitab, tidak ada sumber-sumber keselamatan, termasuk tradisi
kristiani sekalipun. Baginya, tradisi kristiani hanyalah ciptaan manusia yang
tidak dapat dijadikan sumber keselamatan. Semua yang dapat diketahui tentang
Allah dan hubungan antara manusia dengan Allah sudah difirmankan dalam Alkitab
secara terbuka. Dengan demikian, segala macam ajaran Gereja, Filsafat-Teologi
dan Hukum Kanonik Gereja ditolak dan dipandang lebih mengaburkan daripada
menguatkan cahaya Injil yang dipancarkan Allah kepada orang beriman melalui
Alkitab. Oleh sebab itu, Luther mengganti struktur hierarki Gereja dengan
menonjolkan peranan jemaat awam dan fungsi imamat semua orang beriman dalam
kehidupan Gereja. Dengan demikian, hanya Alkitab saja yang memiliki otoritas
infalibel (tidak dapat sesat).
Bagi Luther, peran para hierarki
Gereja Katolik justru dapat menghalangi manusia menghalangi Alkitab secara
benar, Maka dari itu, Luther menghendaki supaya Alkitab dapat dipahami oleh
semua orang. Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menerjemahkan Alkitab ke dalam
Bahasa Jerman, karena Alkitab berbahasa Latin (Vulgata) tidak dapat dipahami
oleh semua orang, kecuali para klerus, biarawan dan biarawati. Melalui Alkitab
yang dianggap sebagai satu-satunya sumber kebenaran itu, Luther berusaha
mencari alasan yang tepat mengenai yustifikasi iman dengan tujuan untuk memberi
dasar yang kokoh pada ajaran dan doktrinnya.
3.
Sola Gratia (Hanya Anugrah)
Dalam imannya, manusia sudah dapat
merasa dibenarkan oleh Allah karena rahmat-Nya semata-mata. Berkenaan dengan
cara berpikir ajaran tersebut, selanjutnya tidak dibutuhkan lagi perantara
manusia dengan Allah, misalnya: peran dan fungsi imam yang menuntut ajaran
Gereja Katolik supaya dapat menyalurkan rahmat pengampunan dosa dari Allah
kepada manusia. Luther yakin bahwa setiap individu beriman berhadapan langsung
dengan Allah sendiri dan secara pribadi bertanggungjawab kepada-Nya.
Pada akhir abad pertengahan sampai
awal zaman renaissance, peran dan kredibilitas para klerus semakin
menurun. Kesucian Gereja Katolik ternoda oleh kebobrokan yang dilakukan oleh
para klerus pada waktu itu, terutama praktek komersialisasi indulgensi. Itulah
yang mendorong Luther menolak Gereja yang hierarkis seperti yang diperlihatkan
oleh Gereja Katolik Roma.
Perlawanan Luther ditunjukkan
melalui pemasangan surat pernyataan sikapnya yang berisi 95 dalil di pintu
masuk Gereja biara di kota Wittenberg, Jerman pada tanggal 31 Oktober 1517.
Dalam surat itu, Luther mengecam praktek Gereja Katolik yang memperdagangkan
surat pengampunan dosa dengan tujuan untuk mendapatkan uang bagi pembangunan
berbagai proyek gerejawi, misalnya: pembangunan gereja-gereja megah, termasuk
Gereja Basilika St. Petrus di Vatikan. Situasi yang terjadi pada waktu itu
ialah banyak orang sederhana percaya bahwa dengan membeli surat itu, mereka
akan memperoleh keselamatan karena dosa-dosa mereka telah terampuni. Hal itu
berarti keselamatan manusia merupakan hasil prestasi manusia itu sendiri dan
bukan lantaran rahmat Allah.
Kekecewaan Luther terhadap para klerus tersebut menjadi
dasar pemikirannya bahwa manusia beriman tidak membutuhkan mediasi insani.
v Mementomori HKBP
Konfesi (Pengakuan Iman) HKBP 1996 pasal
15 mengenai ‘Peringatan Terhadap Orang yang Meninggal’ – merumuskan: Bahwa
Gereja menyelenggarakan peringatan bagi orang-orang yang meninggal untuk
memantapkan penghayatan iman kita supaya kita mengingat akan akhir
hidup kita sendiri serta meneguhkan pengharapan akan kemenangan
Kristus yang mengalahkan maut; demikian juga pengharapan akan sorga sebagai asal
dan tujuan roh dan jiwa kita (surgo sambulo ni tondinta) dan
pengharapan akan persekutuan orang percaya dengan TUHAN Allah hingga kedatangan
Kristus kedua kali.
Dengan ajaran ini, HKBP menekankan pengharapan keselamatan manusia dari antara orang yang mati di dalam Yesus Kristus. Dalam kaitan ini, HKBP melawan tiga pandangan yang mengatakan:
(a) Bahwa orang yang hidup dapat menerima berkat dari orang yang mati;
(b) Bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan orang yang hidup dengan cara mendoakan arwah-arwah;
(c) Bahwa haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara menerima berkat bagi keturunannya.
Kemudian, HKBP menolak semua bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran mengenai roh yang mengatakan bahwa roh orang yang meninggal itu hidup dan kemudian menjadi hantu dan menjadi roh leluhur (sumangot).
Dari rumusan Konfessi HKBP di atas jelas bagi kita bahwa tujuan peringatan orang meninggal dulia ini bukanlah seperti yang dikatakan oleh pepatah orang Batak: “parigatrigat bulung gaol pasigatsigat hinalungun parungkarrungkar sidangolon”. Artinya bukan untuk membangkit-bangkitkan rasa duka cita yang mendalam buat keluarga yang ditinggalkan. Tetapi inti dari pada peringatan ini hendaklah menuju kepada kemenangan orang percaya atas maut dan kematian.
Yesus Kristus telah mengalahkan kematian ketika Ia bangkit, dan kebangkitanNya menjadi buah sulung atas kebangkitan orang percaya. Lengkapnya demikian pernyatan kitab 1 Kor. 15:20+23 “20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya”.
Perlu dijelaskan, meskipun nama-nama orang yang meninggal tahun itu dibacakan, sesungguhnya bukan nama-nama mereka itu yang menjadi tekanan; bukan mengingat pribadi-pribadi masing-masing orang yang meninggal dunia tadi yang lebih penting. Tetapi untuk mengingatkan kita akan hari kematian kita semua manusia kelak. Siapapun di antara kita yang masih hidup sekarang akan pasti mengalami kematian itu, sebab kematian itu adalah ‘jodoh’ kita semua. Semua kita sedang menunggu giliran alias ‘antri’ memenuhi panggilan kematian itu. Itu sebabnya ada ungkapan Latin yang mengatakan MEMENTOMORI artinya “Ingatlah akan hari kematianmu!”.
Jangan lupa bahwa saya dan saudara semua pasti akan dijemput oleh kematian itu. Itu sebabnya harus sudah mempersiapkan diri sebelum kematian itu sungguh-sungguh nyata terjadi bagi hidup kita. Dan untuk itu pulalah Acara Peringatan Orang Yang Meninggal Dunia” terus dilanjutkan oleh tradisi gereja HKBP agar warganya tetap ingat dan peduli akan saat-saat kematiannya kelak.
Dan apabila hal itu sungguh terjadi, tidak putus asa, tidak mengutuki Tuhan. Tentu keluarga yang ditinggal oleh orang mati itu pasti akan menangis dan bersedih; rasa pilu akan ‘memukul’ juga, tetapi bukan lagi seperti dukacita seorang yang tidak percaya, tetapi duka cita seorang yang punya pengharapan bahwa kelak orang yang mati dalam nama Tuhan Yesus itu akan berkumpul di Sorga bersama sekalian orang-orang tebusanNya.
Dengan ajaran ini, HKBP menekankan pengharapan keselamatan manusia dari antara orang yang mati di dalam Yesus Kristus. Dalam kaitan ini, HKBP melawan tiga pandangan yang mengatakan:
(a) Bahwa orang yang hidup dapat menerima berkat dari orang yang mati;
(b) Bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan orang yang hidup dengan cara mendoakan arwah-arwah;
(c) Bahwa haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara menerima berkat bagi keturunannya.
Kemudian, HKBP menolak semua bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran mengenai roh yang mengatakan bahwa roh orang yang meninggal itu hidup dan kemudian menjadi hantu dan menjadi roh leluhur (sumangot).
Dari rumusan Konfessi HKBP di atas jelas bagi kita bahwa tujuan peringatan orang meninggal dulia ini bukanlah seperti yang dikatakan oleh pepatah orang Batak: “parigatrigat bulung gaol pasigatsigat hinalungun parungkarrungkar sidangolon”. Artinya bukan untuk membangkit-bangkitkan rasa duka cita yang mendalam buat keluarga yang ditinggalkan. Tetapi inti dari pada peringatan ini hendaklah menuju kepada kemenangan orang percaya atas maut dan kematian.
Yesus Kristus telah mengalahkan kematian ketika Ia bangkit, dan kebangkitanNya menjadi buah sulung atas kebangkitan orang percaya. Lengkapnya demikian pernyatan kitab 1 Kor. 15:20+23 “20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya”.
Perlu dijelaskan, meskipun nama-nama orang yang meninggal tahun itu dibacakan, sesungguhnya bukan nama-nama mereka itu yang menjadi tekanan; bukan mengingat pribadi-pribadi masing-masing orang yang meninggal dunia tadi yang lebih penting. Tetapi untuk mengingatkan kita akan hari kematian kita semua manusia kelak. Siapapun di antara kita yang masih hidup sekarang akan pasti mengalami kematian itu, sebab kematian itu adalah ‘jodoh’ kita semua. Semua kita sedang menunggu giliran alias ‘antri’ memenuhi panggilan kematian itu. Itu sebabnya ada ungkapan Latin yang mengatakan MEMENTOMORI artinya “Ingatlah akan hari kematianmu!”.
Jangan lupa bahwa saya dan saudara semua pasti akan dijemput oleh kematian itu. Itu sebabnya harus sudah mempersiapkan diri sebelum kematian itu sungguh-sungguh nyata terjadi bagi hidup kita. Dan untuk itu pulalah Acara Peringatan Orang Yang Meninggal Dunia” terus dilanjutkan oleh tradisi gereja HKBP agar warganya tetap ingat dan peduli akan saat-saat kematiannya kelak.
Dan apabila hal itu sungguh terjadi, tidak putus asa, tidak mengutuki Tuhan. Tentu keluarga yang ditinggal oleh orang mati itu pasti akan menangis dan bersedih; rasa pilu akan ‘memukul’ juga, tetapi bukan lagi seperti dukacita seorang yang tidak percaya, tetapi duka cita seorang yang punya pengharapan bahwa kelak orang yang mati dalam nama Tuhan Yesus itu akan berkumpul di Sorga bersama sekalian orang-orang tebusanNya.
Selanjutanya memberikan pengajaran
aau pengarahan Memahamai Perangkat Perangkat HKBP
Ø Alkitab
Ø Buku ende
Ø Agenda Besar dan Kecil
Ø Kakhismus
Ø RPP HKBP
Ø AP-HKBP
Ø Konfesi HKBP
DISUSUN OLEH
CPdt. Erwin H.Manurung,STTh
Komentar