Silabus Katekhisasi SIDI. Pdt.Erwin H Manurung.S.Th



SILABUS PELAJAR SIDI/KATEKHISASI/PARGURU MALUA HKBP
 Pengertian, Hakekat, Dan Tujuan Katekisasi
Ketika kekristenan bukan lagi merupakan agama satu-satunya maka model pengajaranpun berubah. Pembaharuan modul pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan gereja termasuk jemaatnya namun makna gereja tetap dipertahankan. Dalam sejarahnya bukan modul saja yang dirubah tapi juga disiplin yang diberlakukan sebagai bagian dari pengajaran dan teori sangat yang mendasar untuk diterapkan dalam pelatihan. Ciri hkasnya pada awalnya pengajaran selalu diikuti dengan pelatihan-pelatihan. Untuk abad ini kita perlu belajar kembali tentang beberapa hal yang prinsip dalam pengajaran Kristen khususnya katekisasi. 
Pengertian Katekisasi  

Dalam dunia Yunani dikenal katechein yang berarti menggema atau menyuarakan keluar. Katekese adalah pengajaran iman, pembinaan iman, komunikasi iman, pengakaran iman dan pengembangan iman jemaat yang menyebut dirinya murid Kristus. Katekese mengalami perkembangan dari zaman kezaman sesuai dengan keadaan dan tempatnya. Lama kelamaan istilah ini diambil alih oleh orang Kristen menjadi istilah yang khusus dalam bidang pewartaan gereja. Segala usaha penyampaian ajaran, pendidikan agama atau ajaran disebut dengan katekese. Dalam Alkitab terdapat sejumlah kata katekese, seperti: Lukas 1:4(diajarkan), Kis 18:25b (Pengajaran); Kis 21:21 (mengajar), Roma 2:18a(diajarkan) IKor 14: 19 (mengajar); Gal 6:6 (Pengajaran). Dalam konteks ini katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman, dan pendidikan iman agar orang Kristen semakin dewasa di dalam iman. Dalam lingkungan gereja Protestan isitilah yang lebih familier untuk kata ini disebut dengan katekisasi. Istilah katekisasi umumnya dimengerti sebagai pengajaran sekaligus pelatihan-pelatihan bagi para calon baptis atau sidi. Jadi katekisasi adalah usaha usaha yang dilakukan oleh gereja untuk menolong jemaatnya semakin mendalami , menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Katekisasi merupakan rangkaian pendidikan iman bagi jemaat sepanjang kehidupan. 

Hakekat katekese 
Pengertian katekisasi begitu luas, kaya dan mengandung banyak segi kehidupan sehingga setiap usaha untuk merumuskannya secara tepat membuatnya lebih miskin.[4] Ketika kita berusaha mengkotakkan maknanya maka ia akan kehilangan hakekatnya sebab katekisasi menyentuh semua segi kehidupan orang Kristen: dimensi ritual praktek keagamaan, dimensi perasaan atau pengalaman keagamaan yang dinyatakan dalam prilaku riil/konkrit setiap hari. Oleh sebab itu katekisasi tidaklah berpusat kepada pengetahuan keagamaan saja, ketekisasi adalah kehidupan itu sendiri bukan persiapan untuk hidup.[5] Katekisasi melebihi sekedar materi, metode dan teknik, katekisasi adalah pedagogi, pengajaran iman. Tugas utama katekisasi adalah:
a. Memberitakan Firman Allah, mewartakan Kristus. Katekisasi bertugas menghadirkan Firman Tuhan agar manusia bertemu secara pribadi dengan Kristus sebab katekisasi adalah pewartaan diri Kristus.
b. Katekisasi mendidik untuk beriman. Katekisasi menolong jemaat untuk terpikat kepada Allah yang diberitakan dalam diri Kristus sehingga mereka melakukan kehendak dan perintah Allah sebagai hasil pembaharuan hidup manusia.
c. Katekisasi mengembangkan iman.Bertumbuhnya gereja tergantung kapada kegiatan katekisasi, melalui katekisasi gereja dibaharui.
d. Katekisasi adalah mendidik
e. Katekisasi juga adalah:
  • Memperlengkapi jemaat merasakan pemeliharaan Allah sehingga mereka memelihara persekutuan untuk saling mengasihi dan saling melayani.
  • Memperlengkapi jemaat untuk saling mengasihi di dalam Kristus melalui sharing pengalaman iman
  • Memperlengkapi jemaat untuk hidup bertumbuh di dalam hubungan dengan Allah sehingga menjadi tanda kehadiran Allah
  • Meperlengkapi jemaat untuk mencerminkan dan berbuat bersama-sama dengan Kristus atas nama Kerajaan Allah. 
Hukum Taurat Allah dan Orang Kristen
A. PENGERTIAN HUKUM TAURAT
Sepuluh Hukum Taurat yang diberikan Allah kepada Musa di gunung Sinai yang dituliskan di dua Batu loh. Sepuluh dasa titah tersebut terbagi menjadi dua bagian :
1.    Titah 1 - 4 yaitu tentang hubungan Allah dengan manusia
2.    Titah 5 - 10 yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia
Hukum Taurat di terima bangsa Israel untuk mendidik dan menata hidup bangsa Israel menuju tanah Kanaan selama 40 tahun di gurun pasir Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Musa di gunung Sinai untuk mendirikan kemah suci dan membuat tabut perjanjian yang berisi loh hukum (Keluaran 25 : 1 - 22)Kesepuluh dasa titah tertulis di dalam Alkitab pada perjanjian lama di (Keluaran 20 : 2 - 17)

B.    HUKUM ALLAH DAN ORANG KRISTEN
Bagi orang Kristen hukum Allah memiliki peran ganda, yaitu:
1.    Hukum Allah itu menuntun kita sampai pada Kristus
Galatia 3:24  “jadi hukum taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita di benarkan karna iman”
2.    Hukum Allah menjadi pedoman hidup yang baru yaitu melalui Yesus Kristus dengan menaati hukum dengan iman
Roma 1:5 , Roma 16:26 , Yeremia 31:33 

ALMANAK HKBP - KALENDER GEREJAWI HKBP.

ALMANAK HKBP - KALENDER GEREJAWI HKBP.

Tahun Baru
Tahun Baru
(Taon Baru)
01. Minggu Epiphanias
Epiphanias Pernyataan Allah.
(Hapapatar).

02. Minggu I Setelah Epiphanias
Minggu I Setelah Epiphanias
(Minggu I Dung Epiphanias)
03. Minggu II Setelah Epiphanias
Minggu II Setelah Epiphanias
(Minggu II Dung Epiphanias)
04. Minggu Septuagesima
Minggu Septuagesima. 70 Hari Sebelum Kebangkitan
(70 Ari Andorang So Haheheon)
05. Minggu Sexagesima
Minggu Sexagesima. 60 Hari Sebelum Kebangkitan
(60 Ari Andorang So Haheheon).
06. Minggu Estomihi
Minggu Estomihi Engkau akan menuntun dan membimbing aku, Mazmur 31 : 3b.
(Sai Ho ma gabe partanobatoanku, Psalmen 31 : 3b)
07. Minggu Invocavit
Minggu Invocavit Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Mazmur 91 : 15a.
(Jouonna ma Ahu, jadi alusanKu ma ibana, Psalmen 91 : 15a)

08. Minggu Reminiscere
Minggu Reminiscere Ingatlah segala rahmatMu dan kasih setiaMu ya Tuhan, Mazmur 25 : 6.
(Sai ingot ma angka denggan ni basaM, Psalmen 25 : 6).
09. Minggu Okuli
Minggu Okuli Mataku tetap terarah kepada Tuhan, Mazmur 25 : 15a.
(Sai tong do mangaranap matangku tu Jahowa, Psalmen 25 : 15a)
10. Minggu Letare
Minggu Letare Bersukacitalah bersama-sama, Yesaya 66 : 10a.
(Marlas ni roha ma hamu, Jesaya 66 : 10a).
11. Minggu Judika
Minggu Judika Berilah keadilan bagiku, ya Allah, Mazmur 43 : 1a.
(Luluhon ahu ale Jahowa, Psalmen 43 : 1a)
12. Minggu Palmarum
Minggu Palmarum Matius 21
(Maremare, Mateus 21)
12a. Jumat Agung
Peringatan Kematian Tuhan Yesus
(Pesta Parningotan Hamamate Ni Tuhan Jesus)
13. Minggu Paskah I
Minggu Paskah I Peringatan Kebangkitan Tuhan Yesus
(Pesta Parjolo Parningotan Haheheon Ni Tuhan Jesus)
13a. Paskah II
Paskah II Peringatan Kebangkitan Tuhan Yesus
(Pesta Paduahon Parningotan Haheheon Ni Tuhan Jesus)

29.Minggu VIII Setelah Trinitatis
Minggu VIII Setelah Trinitatis.
(Minggu VIII Dung Trinitatis).

30. Minggu IX Setelah Trinitatis
Minggu IX Setelah Trinitatis.
(Minggu IX Dung Trinitatis).

31. Minggu X Setelah Trinitatis
Minggu X Setelah Trinitatis.
(Hasitolusadaon Ni Debata, Minggu X Dung Trinitatis).

32. Minggu XI Setelah Trinitatis
Minggu XI Setelah Trinitatis.
(Minggu XI Dung Trinitatis).

33. Minggu XII Setelah Trinitatis
Minggu XII Setelah Trinitatis.
(Minggu XII Dung Trinitatis).

34. Minggu XIII Setelah Trinitatis
Minggu XIII Setelah Trinitatis.
(Minggu XIII Dung Trinitatis).

35. Minggu XIV Setelah Trinitatis
Minggu XIV Setelah Trinitatis.
(Minggu XIV Dung Trinitatis).

36. Minggu XV Setelah Trinitatis
Minggu XV Setelah Trinitatis.
(Minggu XV Dung Trinitatis).

37. Minggu XVI Setelah Trinitatis
Minggu XVI Setelah Trinitatis.
(Minggu XVI Dung Trinitatis).

38. Minggu XVII Setelah Trinitatis
Minggu XVII Setelah Trinitatis.
(Minggu XVII Dung Trinitatis).

39. Minggu XVIII Setelah Trinitatis
Minggu XVIII Setelah Trinitatis.
(Minggu XVIII Dung Trinitatis).

40. Minggu XIX Setelah Trinitatis
Minggu XIX Setelah Trinitatis.
(Minggu XIX Dung Trinitatis).

41. Minggu XX Setelah Trinitatis
Minggu XX Setelah Trinitatis.
(Minggu XX Dung Trinitatis).

42. Minggu XXI Setelah Trinitatis
Minggu XXI Setelah Trinitatis.
(Minggu XXI Dung Trinitatis).

43. Minggu XXII Setelah Trinitatis
Minggu XXII Setelah Trinitatis.
(Minggu XXII Dung Trinitatis, Minggu Reformasi).

44. Minggu XXIII Setelah Trinitatis
Minggu XXIII Setelah Trinitatis.
(Minggu XXIII Dung Trinitatis).

45. Minggu XXIV Setelah Trinitatis
Minggu XXIV Setelah Trinitatis.
(Minggu XXIV Dung Trinitatis).



14. Minggu Quasimodogeniti
Minggu Quasimodogeniti, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, I Petrus 2 : 2.
(Songon posoposo na imbaru tubu, I Petrus 2 : 2.)
15. Minggu Miserikordias Domini
Minggu Miserikordias Domini, Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, Mazmur 33 : 5b
(Gok asi ni roha ni Jahowa do tano on, Psalmen 33 : 5b)
16. Minggu Jubilate
Minggu Jubilate Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, Mazmur 66 : 1
(Marolop-olop tu Debata sandok tano on, Psalmen 66 : 1)
17. Minggu Kantate
Minggu Kantate Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, Mazmur 98 : 1.
(Endehon hamu ma di Jahowa ende na imbaru, Psalmen 98 : 1)
25. Minggu IV Setelah Trinitatis
Minggu IV Setelah Trinitatis.
(Minggu IV Dung Trinitatis).
26. Minggu V Setelah Trinitatis
Minggu V Setelah Trinitatis.
(Minggu V Dung Trinitatis).
27. Minggu VI Setelah Trinitatis
Minggu VI Setelah Trinitatis.
(Minggu VI Dung Trinitatis).


28. Minggu VII Setelah Trinitatis
Minggu VII Setelah Trinitatis.
(Minggu VII Dung Trinitatis).

46. Minggu XXV Setelah Trinitatis
Minggu XXV Setelah Trinitatis.
(Minggu XXV Dung Trinitatis).
47. Minggu Ujung Tahun Gereja
Minggu Ujung Tahun Gereja.
(Minggu Ujung Taon parhuriaon, Parningotan ni angka na monding).
48. Minggu Advent I
Minggu Advent I.
49. Minggu Advent II
Minggu Advent II
50. Minggu Advent III
Minggu Advent III
51. Minggu Advent IV
Minggu Advent IV
51a. Natal I
Natal I.
(Pesta parjolo parningotan di hatutubu ni Tuhan Jesus).
51b. Natal II
Natal II.
(Pesta paduahon parningotan di hatutubu ni Tuhan Jesus).
52. Minggu Setelah Kelahiran Tuhan Yesus
Minggu Setelah Kelahiran Tuhan Yesus.
(Minggu Dung Hatutubu ni Tuhan Jesus).
52a. Minggu Akhir Tahun
Minggu Akhir Tahun.
(Minggu Ujung Taon, Parpunguan Bodari).


Ayat ALKITAB untuk Remaja

Remaja masa kini dihadapkan dengan tekanan-tekanan yang sulit. Banyak dari pergumulan mereka berkisar seputar kesucian seksual, rokok, minuman keras, mematuhi orang tua, musik, film, internet, dan pornografi. Ayat-ayat Alkitab berikut ini penting untuk mendukung kehidupan spiritual remaja-remaja Kristen masa kini di dalam dunia yang berdosa yang penuh dengan godaan ini. Ayat-ayat ini perlu diingat-ingat dan digunakan sebagai senjata melawan panah api Iblis.
Tentang merokok dan minum minuman keras.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19-20 http://remaja.co/images/4/44/External.png)
Mematuhi orang tua.
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Efesus 6:1-3)
Berkencan (bermesraan, berciuman).
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)
Kesucian seksual.
Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri." (1 Korintus 6:18)
Ayat ini juga baik: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Yesus mengatakan hal itu dalam Matius 5:28
Musik, film, dan internet.
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:1-2)
Ayat-ayat ini hanyalah beberapa saja di dalam Alkitab yang berbicara tentang permasalahan-permasalahan yang seringkali dihadapi oleh para remaja. Ingatlah ayat-ayat di halaman ini dan simpanlah di dalam hati Anda. Berikut beberapa ayat-ayat lagi untuk para remaja.
30 Ayat Alkitab untuk Remaja
Berikut ini 10 ayat Perjanjian Lama dan 20 ayat Perjanjian Baru untuk Remaja.
Keluaran 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Ulangan 31:6
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Yosua 1:8-9
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. .... Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
Mikha 6:8 http://remaja.co/images/4/44/External.png
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Yesaya 26:3 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
Yesaya 40:29-31 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Yesaya 41:10 http://remaja.co/images/4/44/External.png
janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Yeremia 1:4-9 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
Yeremia 29:11 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Mikha 6:8 http://remaja.co/images/4/44/External.png
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Matius 6:24 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon
Matius 6:33 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 16:26 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Matius 22:37-39 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Matius 26:41 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Markus 12:29-31 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Lukas 11:34 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Yohanes 3:16 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 14:1 http://remaja.co/images/4/44/External.png
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Yohanes 14:6 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
1 Korintus 10:13 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Galatia 5:22-23 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Filipi 4:13 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Kolose 3:20 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
1 Timotius 4:12 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
1 Timotius 5:1-2 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
Yakobus 1:13 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Yakobus 2:14-17 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Ibrani 11:6 http://remaja.co/images/4/44/External.png(BIS)
Tanpa beriman, tidak seorang pun dapat menyenangkan hati Allah. Sebab orang yang datang kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi balasan kepada orang yang mencari-Nya.
1 Petrus 5:5-9 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Ayat-ayat lain: Matius 7:12 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Lukas 16:10 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Yohanes 13:34 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Roma 8:28 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Roma 12:18 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Roma 12:21 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Roma 13:10 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Roma 13:13 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Efesus 4:31-32 http://remaja.co/images/4/44/External.png, 1 Korintus 6:9,10 http://remaja.co/images/4/44/External.png, 2 Timotius 2:22 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Titus 2:2-8 http://remaja.co/images/4/44/External.png, 1 Petrus 3:3,4 http://remaja.co/images/4/44/External.png, 1 Petrus 4:3 http://remaja.co/images/4/44/External.png
20 Nasihat Alkitab untuk Remaja
Kitab Amsal dan Pengkhotbah dipenuhi dengan nasihat-nasihat yang baik. Berikut beberapa di antaranya:
Amsal 1:7 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Amsal 1:8-10 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
Amsal 3:5-6 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Amsal 6:20 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu
Amsal 8:32-33 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
Amsal 17:22 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Amsal 17:25 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya.
Amsal 18:10 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
Amsal 19:21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Amsal 20:11
Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya.
Amsal 21:23
Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Amsal 23:19-22
Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar. Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping. Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.
Amsal 28:24 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah kawan si perusak.
Mazmur 37:4 http://remaja.co/images/4/44/External.png(BIS)
Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu.
Mazmur 71:5 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Mazmur 118:24 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Mazmur 119:105 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Mazmur 127:1 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Pengkhotbah 12:1 http://remaja.co/images/4/44/External.png
Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!",
Kidung Agung 8:4 http://remaja.co/images/4/44/External.png(KSI)
Kupinta dengan sangat kepadamu, hai putri-putri Yerusalem, jangan bangkitkan dan jangan gerakkan cinta sebelum dikehendakinya.
Ayat-ayat lain: Amsal 3:1,2 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Amsal 3:31 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Amsal 11:1 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Amsal 17:17 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Amsal 21:25 http://remaja.co/images/4/44/External.png, Amsal 29:15

95 Dalil Martin Luther

1. Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika Ia mengucapkan "Bertobatlah," dan seterusnya, menyatakan bahwa seluruh hidup orang-orang yang percaya harus diwarnai dengan pertobatan.
2. Kata ini tidak boleh dimengerti mengacu kepada hukuman sakramental; maksudnya, berkaitan dengan proses pengakuan dan pelepasan (dosa), yang diberikan oleh imam-imam yang dilakukan di bawah pelayanan imam-imam.
3. Dan, pertobatan tidak hanya mengacu pada penyesalan batiniah; tidak, penyesalan batiniah semacam itu tidak ada artinya, kecuali secara lahiriah menghasilkan pendisiplinan diri terhadap keinginan daging.


4. Jadi, hukuman itu terus berlanjut selama ada kebencian pada diri sendiri - maksudnya, penyesalan batin yang sejati berlanjut: yaitu, sampai kita masuk ke dalam kerajaan surga.
5. Paus tidak memiliki kekuatan maupun kuasa untuk mengampuni kesalahan apa pun, kecuali yang telah ia diberikan dengan otoritasnya sendiri, atau oleh peraturan.
6. Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecuali dengan menyatakan dan menjaminnya te1ah diampuni Allah; atau setidaknya ia dapat memberikan pengampunan pada kasus-kasus yang menjadi tanggung jawabnya, da1am kasus tersebut, jika kuasanya diremehkan, kesalahan akan tetap ada.
7. Allah tidak pernah mengampuni dosa apa pun, tanpa pada saat yang sama Dia menundukkan diri manusia itu, merendahkan diri da1am sega1a sesuatu, kepada otoritas imam, wakilnya.
8. Peraturan pengakuan dosa hanya dikenakan pada orang yang hidup dan tidak seharusnya dikenakan pada orang yang mati; menurut peraturan tersebut.
9. Oleh karena itu Roh Kudus berkarya da1am diri Paus me1akukan hal yang baik bagi kita, sejauh da1am keputusannya, Paus se1a1u membuat perkecualian terhadap aturan ten tang kematian dan nasib seseorang.
10. Imam-imam bertindak salah dan tanpa pengetahuan,jika dalam kasus orang yang sekarat, mengganti hukuman kanonik dengan api penyucian.
11. Benih ilalang tentang mengubah hukuman kanonik menjadi hukuman di api penyucian tampaknya tentu saja telah ditaburkan sementara para uskup tertidur.
12. Pada mulanya, hukuman kanonik dikenakan bukan sesudah, melainkan sebe1um pengampunan, sebagai ujian untuk pertobatan mendalam yang sejati.
13. Orang yang sekarat melunasi semua hukuman dengan kematian, dianggap sudah mati sesuai hukum kanon dan mendapat hak dilepaskan dari hukum kanon.
14. Kebaikan atau kasih yang tidak sempurna dari orang yang sekarat pasti menyebabkan ketakutan yang besar; dan makin sedikit kebaikan atau kasihnya, makin besar ketakutan yang diakibatkannya.
15. Rasa takut dan ngeri tersebut sudah cukup bagi dirinya sendiri, tanpa berbicara hal-hal lain, tanpa ditambah penderitaan di api penyucian karena hal itu sangat de kat dengan kengerian keputusasaan.
16. Neraka, api penyucian, dan surga tampak berbeda seperti halnya keputusasaan, hampir putus asa, dan kedamaian pikiran itu berbeda.
17. Jiwa da1am api penyucian, tampaknya harus seperti ini: saat kengerian menghilang, kasih meningkat.
18. Namun, hal itu tampaknya tidak terbukti dengan penalaran apa pun atau ayat Alkitab mana pun, api penyucian berada di luar kebaikan seseorang atau meningkatnya kasih.
19. Hal itu juga tidak terbukti; bahwa jiwa dalam api penyucian yakin dan mantap dengan berkat mereka sendiri; mereka semua, bahkan jika kita bisa sangat yakin dengan hal tersebut.
20. Oleh karena itu Paus, ketika ia berbicara ten tang pengampunan sepenuhnya dari semua hukuman, itu bukan sekadar bermakna semua dosa, melainkan hanya hukuman yang ia jatuhkan sendiri.
21. Jadi, para pengkhotbah pengampunan dosa, yang berkata bahwa dengan surat pengampunan dosa dari Paus, seseorang dibebaskan dan diselamatkan dari semua hukuman, melakukan kesalahan.
22. Sebab sesungguhnya ia tidak menghapuskan hukuman, yang harus mereka bayar dalam kehidupan sesuai dengan peraturan, bagi jiwa-jiwa di api penyucian.
23. Jika pengampunan sepenuhnya bagi semua hukuman bisa diberikan kepada seseorang, sudah tentu tidak akan diberikan kepada seorang pun kecuali orang yang paling sempurna - yaitu, kepada sangat sedikit orang.
24. Oleh karena itu sebagian besar orang pasti tertipu dengan janji pembebasan dari hukuman yang bersifat tidak pandang bulu dan sangat manis itu.
25. Kekuasaan seperti itu dimiliki Paus atas api penyucian secara umum, seperti halnya dimiliki setiap uskup di keuskupannya dan setiap imam di jemaatnya sendiri, secara khusus.
26. Paus bertindak dengan benar dengan memberikan pengampunan dosa kepada jiwa-jiwa, bukan dengan kekuasaan kunci-kunci (yang tak ada gunanya dalam hal ini), meLainkan dengan doa syafaat.
27. Orang yang berkata bahwa jiwa seseorang terlepas dari api penyucian segera setelah uang dimasukkan ke dalam peti yang menimbulkan bunyi gemerencing, berkhotbah dengan gila.
28. Sudah tentu, ketika uang yang dimasukkan dalam peti menimbulkan bunyi gemerencing, ketamakan, dan keuntungan mungkin meningkat, tetapi doa syafaat gereja tergantung pada kehendak Allah semata-mata.
29. Siapa tahu apakah semua jiwa di api penyucian ingin dibebaskan darinya atau tidak, sesuai dengan cerita yang dikisahkan tentang Santo Severinus dan Paschal?
30. Tidak ada seorang pun yang yakin tentang realita perasaan berdosanya sendiri, terlebih-lebih pencapaian pengampunan dosa seluruhnya.
31. Seperti halnya petobat sejati itu jarang, demikian juga orang yang sungguh-sungguh membeli surat pengampunan dosa itu jarang - maksudnya, sangat jarang.
32. Orang yang percaya bahwa, melalui surat pengampunan dosa, mereka dijamin mendapatkan keselamatan mereka, akan dihukum secara kekal bersama dengan guru-guru mereka.
33. Kita harus secara khusus berhati-hati terhadap orang yang berkata bahwa surat pengampunan dari Paus ini merupakan karunia Allah yang tak ternilai harganya, yang menyebabkan seseorang diperdamaikan dengan Allah.
34. Sebab kasih karunia yang disalurkan melalui pengampunan ini hanya berkaitan dengan hukuman untuk memenuhi hal-hal yang bersifat sakramen, yang ditentukan oleh manusia.
35. Orang yang mengajar bahwa penyesalan yang mendalam itu tidak diperlukan oleh orang-orang yang membeli jiwa-jiwa keluar dari api penyucian atau membeli lisensi pengakuan, tidak mengkhotbahkan doktrin Kristen.
36. Setiap orang Kristen yang merasakan penyesalan yang sejati akan mendapatkan pengampunan dosa seluruhnya yang sejati dari penderitaan dan rasa bersalah, bahkan meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
37. Setiap orang Kristen sejati, entah yang hidup atau yang mati, mendapatkan bagian dalam semua berkat Kristus dan gereja yang diberikan kepadanya oleh Allah meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
38. Namun, pengampunan dosa, yang dilakukan oleh Paus, tidak boleh dipandang rendah dengan cara apa pun sebab pengampunan, seperti saya katakan, merupakan pernyataan pengampunan dosa dari Allah.
39. Menekankan dampak pengampunan dosa yang besar dan pada saat yang sama menekankan pentingnya penyesalan yang sejati di mata orang-orang, merupakan hal yang paling sulit, bahkan juga untuk teolog yang paling terpelajar sekalipun.
40. Penyesalan yang sejati mendambakan dan mencintai hukuman, sementara hadiah pengampunan dosa menjadikannya lega dan membuat manusia membencinya, atau paling tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk membencinya.
41. Pengampunan dosa apostolikharus dinyatakan dengan penuh hati-hati,jika tidak, orang-orang secara salah akan menduga hal itu diletakkan pada perbuatan baik kasih lainnya.
42. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus tidak pernah berpikir bahwa pembelian surat pengampunan dosa dalam cara apa pun bisa dibandingkan dengan karya kasih karunia.
43. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memberi kepada orang miskin, atau memberi pinjaman kepada orang yang kekurangan, berbuat lebih baik daripada jika ia membeli surat pengampunan dosa.
44. Karena, me1alui kasih, kasih meningkat, dan manusia menjadi lebih baik; sementara melalui surat pengampunan dosa, ia tidak menjadi lebih baik, tetapi hanya lebih bebas dari hukuman.
45. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memandang seseorang yang kekurangan dan melewatinya, memberikan uang untuk mendapatkan pengampunan dosa, tidak sedang membeli surat pengampunan dosa dari Paus untuk dirinya sendiri, tetapi murka Allah.
46. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, kecuali mereka memiliki kekayaan yang berlimpah, mereka terikat untuk melakukan hal yang perlu untuk dipakai bagi keperluan rumah tangga mereka sendiri dan dengan cara apa pun tidak boleh menghamburkannya untuk mendapatkan surat pengampunan.
47. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, meskipun mereka bebas untuk membeli surat pengampunan dosa, mereka tidak diwajibkan untuk melakukannya.
48. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus, dalam memberikan pengampunan, memiliki kebutuhan lebih banyak dan keinginan lebih banyak agar doa yang tekun dinaikkan baginya, daripada uang yang sudah siap untuk dibayarkan.
49. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa pengampunan dari Paus itu berguna,jika mereka tidak meletakkan kepercayaan mereka penyucian; tetapi paling berbahaya, jika melaluinya mereka kehilangan rasa takut mereka kepada Allah.
50. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa,jika Paus mengetahui tuntutan para pengkhotbah pengampunan dosa, ia akan lebih menyukai jika Basilika St. Petrus dibakar sampai menjadi abu, daripada dibangun dengan kulit, daging, dan tulang domba-dombanya.
51. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, seperti halnya merupakan kewajiban, demikian juga itu merupakan harapan Paus yang jika perlu menjual Basilika St. Petrus dan memberikan uangnya sendiri kepada banyak orang, yang darinya para pengkhotbah pengampunan dosa menarik uang.
52. Sia-sialah harapan untuk mendapatkan keselamatan melalui surat-surat pengampunan dosa, bahkan sekalipun itu komisaris, tidak, bahkan Paus sendiri - harus menjanjikan jiwanya sendiri bagi mereka.
53. Orang yang, demi memberitakan pengampunan dosa, mengutuk firrnan Allah untuk meredakan ketenangan di gereja lainnya, adalah musuh Kristus dan Paus.
54. Kesalahan dilakukan terhadap firman Allah jika, dalam khotbah yang sama, waktu yang sama atau lebih lama dihabiskan untuk membahas surat pengampunan daripada untuk membahas firman Allah.
55. Menurut pikiran Paus jika surat pengampunan, yang merupakan masalah yang sangat kecil, dirayakan dengan satu bel, satu prosesi, dan satu seremoni; Injil, yang merupakan masalah yang sangat besar, seharusnya diberitakan dengan ratusan bel, ratusan prosesi, dan ratusan seremoni.
56. Kekayaan gereja yang menyebabkan Paus mengeluarkan surat pengampunan dosa, tidak cukup didiskusikan atau dikenal di antara umat Kristus.
57. Tampak jelas bahwa kekayaan tersebut bukanlah kekayaan semen tara; sebab kekayaan tersebut tidak untuk dibagikan secara gratis, tetapi hanya ditimbun oleh banyak pengkhotbah surat pengampunan dosa.
58. Kekayaan itu juga bukan kebaikan Kristus dan para Rasul; sebab tanpa peran Paus, kebaikan selalu menghasilkan kasih karunia kepada manusia rohani; dan salib, kematian, dan neraka bagi manusia lahiriah.
59. St. Lawrence berkata bahwa harta benda gereja adalah orang-orang miskin di gereja, tetapi ia berbicara menurut penggunaan kata itu pada zamannya.
60. Kami tidak tergesa-gesa berbicara jika kami berkata bahwa kunci gereja, yang diserahkan melalui kebaikan Kristus, adalah kekayaan itu.
61. Sangat jelas bahwa kuasa Paus pada hakikatnya sudah memadai untuk mengampuni hukuman dan kasus-kasus yang khusus diberikan padanya.
62. Kekayaan gereja yang sejati adalah Injil Kudus dari kemuliaan dan kasih karunia Allah.
63. Namun, kekayaan itu paling dibenci karena membuat orang yang pertama menjadi yang terkemudian.
64. Sementara kekayaan surat pengampunan dosa paling diterima karena membuat yang terakhir menjadi yang pertama.
65. Oleh karena itu kekayaan Injil adalah jala, yang pada mulanya digunakan untuk menjala orang kaya.
66. Kekayaan surat pengampunan dosa adalah jala yang sekarang digunakan untuk menjala kekayaan orang.
67. Surat pengampunan dosa, yang dipromosikan secara jelas oleh para pengkhotbah sebagai kasih karunia terbesar, dipandang sungguh-sungguh seperti itu sepanjang berkaitan dengan meningkatnya keuntungan.
68. Namun, dalam kenyataan, surat itu tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kasih karunia Allah dan kesalehan karena salib.
69. Uskup dan imam terikat untuk menerima komisaris kepausan yang mengurusi surat pengampunan dengan segala kehormatannya.
70. Namun, mereka masih terikat untuk melihatnya dengan segenap mata mereka dan memerhatikan dengan segenap telinga mereka supaya orang-orang ini tidak mengkhotbahkan keinginan mereka sendiri, namun mengkhotbahkan apa yang diperintahkan oleh Paus.
71. Biarlah orang yang berbicara menentang kebenaran surat pengampunan dosa Paus terkucil dan terkutuk.
72. Namun, pada sisi lain, orang yang mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menentang hawa nafsu dan penye1ewengan kebebasan para pengkhotbah pengampunan, biarlah ia diberkati.
73. Seperti halnya Paus secara adil menghardik orang yang menggunakan berbagai cara untuk merusak perdagangan surat pengampunan.
74. Terlebih-lebih jika ia menghardik orang yang, dengan dalih surat pengampunan, menggunakannya sebagai alasan untuk merusak kasih kudus dan kebenaran.
75. Berpikir bahwa sur at pengampunan Paus memiliki kuasa sedemikian sehingga mereka bisa membebaskan manusia bahkan jika - meskipun itu tidak mungkin - ia telah bersalah kepada Bunda Allah, merupakan kegilaan.
76. Sebaliknya, kami meneguhkan bahwa surat pengampunan Paus tidak bisa menghapuskan dosa paling remeh sekalipun, sepanjang hal itu terkait dengan kesalahannya.
77. Ungkapan yang mengatakan bahwa seandainya St. Petrus menjadi Paus sekarang, ia tidak bisa memberikan kasih karunia yang lebih besar, merupakan penghujatan kepada St. Petrus dan Paus.
78. Kami sebaliknya meneguhkan bahwa Paus saat ini atau Paus lain mana pun memiliki kasih karunia yang lebih besar yang dapat digunakan menurut kehendaknya - yaitu, InjiI, kuasa, karunia kesembuhan, dan sebagaimana tertulis (1 Korintus XII.9.)
79. Mengatakan bahwa salib yang dihiasi panji-panji kepausan merniliki kuasa yang sama dengan salib Kristus, merupakan penghujatan.
80. Uskup, imam, dan teolog yang mengizinkan khotbah semacam itu beredar di antara umat, harus memberikan pertanggung-jawaban.
81. Khotbah mengenai surat pengampunan dosa yang tidak terkontrol ini bukanlah hal yang mudah, bahkan juga bagi orang terpelajar, tidak bisa menyelamatkan Paus dari fitnah, atau, dalam semua peristiwa, pertanyaan kritis kaumawam.
82. Misalnya: "Mengapa Paus tidak mengosongkan api penyucian demi kasih yang paling kudus, dan kebutuhan jiwa yang mendesak - ini menjadi yang paling benar dari semua alasan - jika ia menebus jumlah jiwa yang tidak terbatas demi hal yang paling hina, uang, untuk digunakan membangun Basilika - ini menjadi alasan yang paling sepele?"
83. Sekali lagi: "Mengapa misa penguburan dan misa peringatan hari kematian masih berlanjut, dan mengapa Paus tidak mengembalikan, atau mengizinkan penarikan dana yang diwariskan untuk tujuan ini; karena hal ini merupakan kesalahan untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus?"
84. Sekali lagi: "Apakah karena kesalehan yang baru kepada Allah dan Paus, maksudnya, demi uang, pejabat gereja mengizinkan orang yang tidak beriman dan musuh Allah untuk menebus jiwa-jiwa yang saleh dan mengasihi Allah dari api pencucian, namun tidak menebus jiwa yang saleh dan terkasih itu, berdasarkan kasih yang cuma-cuma, demi kebutuhannya jiwa-jiwa itu sendiri?"
85. Sekali lagi: "Mengapa peraturan tentang penyesalan dosa, yang sudah lama dihapuskan dan mati dalam kenyataannya karena tidak digunakan, sekarang dipatuhi lagi dengan memberikan surat pengampunan dosa, seolah-olah peraturan-peraturan tersebut masih hidup dan berlaku?"
86. Sekali lagi: "Mengapa Paus, yang kekayaannya saat ini jauh lebih banyak daripada orang yang paling kaya di antara orang kaya, tidak membangun Basilika St. Petrus dengan uangnya sendiri, sebaliknya dengan uang dari. orang-orang percaya yang miskin?"
87. Sekali lagi: "Apa yang diampuni at au dianugerahkan Paus kepada orang-orang, yang dengan penyesalan yang dalam dan sempurna, merniliki hak untuk mendapatkan pengampunan dan berkat yang sempurna?
88. Sekali lagi: "Berkat yang lebih besar apakah yang akan diterima gereja jika Paus, tidak satu kali, seperti yang ia lakukan sekarang, memberikan peng¬ampunan dosa dan berkat seratus kali sehari kepada setiap orang yang setia dalam iman?"
89. Oleh karen a keselamatan jiwa, bukannya uang, yang dicari Paus melalui surat pengampunannya, mengapa ia menunda surat-surat dan pengampunan dosa yang diberikan sejak lama karen a keduanya sama-sama manjur?
90. Untuk menindas keberatan dan argumen kaum awam dengan kekuatan semata-mata dan tidak menyelesaikannya dengan memberikan penjelasan, berarti memberi kesempatan kepada gereja dan Paus untuk dicemooh musuh-rnusuh mereka dan membuat orang-orang Kristen tidak senang.
91. jika, kemudian, pengampunan dikhotbahkan sesuai semangat dan pikiran Paus, sernua pertanyaan ini akan diselesaikan dengan mudah - tidak, bahkan tidak akan ada.
92. Jadi, menyingkirlah, semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Damai, damai," dan tidak ada damai!
93. Diberkatilah semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Salib, salib," dan tidak ada salib!
94. Orang-orang Kristen harus dinasihati untuk setia mengikuti Kristus Sang Kepala mereka melalui penderitaan, kematian, dan neraka.
95. Dan dengan demikian yakin untuk memasuki surga melalui penganiayaan, bukannya melalui damai sejahtera yang palsu.
Bapa Kami Dan Pembagiannya

Apa itu doa?

·       Doa ialah alat komunikasi kita kepada Tuhan
·       Doa ialah nafas kehidupan orang percaya
·       Doa ialah ucapan syukur, permohonan dan      pengampunan dosa

       Kenapa kita berdoa kepada Allah?

→ karena kita ialah orang yang lemah, kita butuh pertolongan dari Tuhan yang memelihara dan menciptakan kita

             Latar belakang Doa Bapa Kami adalah untuk kepentingan bersama. Supaya kita tahu membagi dan mengucap syukur kepada Tuhan, Supaya kita tahu terus meminta kepada Tuhan, supaya kita tahu bahwa Tuhan yang memberikan semuanya, tidak ada yang kita bawa ke dunia ini (1 timotius 6 : 7 – 8)

                Pembagian Doa Bapa Kami

1.   Satu pembukaan
Bapa Kami yang di surga

2.    Tujuh permintaan
o  Dikuduskanlah namaMu
o  Datanglah kerajaanMu
o  Jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga
o  Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya
o  Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami
o  Dan janganlah bawa kami kedalam pencobaan
o  Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat

3.    Satu penutup
Karna Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kekuasaan dan kemuliaan sampai slama-lamanya. Amin.

ingin tahu Doa Bapa Kami dalam bahasa Batak? Silahkan baca di Doa BAPA KAMI dalam Bahasa Batak


PENAMPAKAN JABATAN KRISTUS

Jabatan Kristus : Nabi, Iman dan Raja
 
Penampakan ketiga jabatan Kristus ialah :

1        Mengkotbahkan kabar baik ditengah gereja, dunia dan segala makhluk
2         Memelihara dan melayankan sakramen
3        Menggembalakan warga gereja
4        Mengawasi kegiatan gereja
5        Mengajarkan dan memlihara ajaran yang murni (firman Tuhan)
6        Menjalankan hukum siasat gereja dan penggembalaan dan menentang ajaran sesat
7        Menjalankan pelayanan kasih
8        Membebaskan orang dari berbagai kemiskinan dan kebodohanIkut serta melaksanakan pembangunan berdasarkan kebenaran dan keadilan dan menjunjung tinggi nilai manusia selaku citra Allah (Imagodei)

Pengertian Sakramen HKBP
Gereja HKBP sebagai suatu wadah persekutuan kudus di dalam Kristus juga melaksanakan Sakramen. Menurut gereja HKBP Sakramen adalah jalan pemberian anugerah kepada manusia, sebab dengan Sakramen disampaikan kepada yang percaya keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari maut dan iblis serta sejahtera yang kekal. Karena itu pemahaman tersebut perlu dijelaskan agar setiap anggota jemaat mengetahui dengan jelas apa itu Sakramen. Oleh karenanya HKBP sebagai persekutuan umat yang percaya yang dikuduskan (communio santorum) menjadi penampakan persekutuan Allah di dunia ini yang senantiasa menunjukkan persekutuan di dalam Dia yang menetapkan persekutuan itu.

Kurangnya pemahaman yang benar dalam jemaat tentang Sakramen yang dilaksanakan di gereja HKBP menimbulkan kegelisahan dalam jemaat kita. Banyak yang bertanya: betulkah Sakramen Yang dilaksanakan di Gereja HKBP? Misalnya “tentang babtisan”  baptisan kita tidak benar atau belum cukup, karena hanya dilayani dengan air,  dan karena tidak diselamkan waktu dibaptis ?  Tidak sedikit dari jemaat yang dibuat bimbang dengan pertanyaan-pertanyaan itu sehingga mereka akhirnya menyerahkan dirinya untuk dibaptis kembali (baptisan ulang). Karena itu hal ini harus dicegah bukan saja dengan jalan mengintensifkan katekisasi dalam jemaat, tetapi juga dengan jalan-jalan lain agar tiap-tiap angota jemaat mengetahui dengan jelas apa itu Sakramen, apa isi dan maknanya. Berdasarkan pemahaman tersebut di atas penulis merasa perlu untuk membahas mengenai SAKRAMEN DITINJAU DARI TEOLOGIA HKBP. 

  DEFINISI SAKRAMEN.

Definisi umum tentang sakramen ialah bahwa sakramen merupakan tanda lahiriah yang nampak, ditetapkan oleh Kristus, menyatakan dan menjanjikan suatu berkat rohani. Sakramen secara pasti dapat diartikan terhadap ritus baptisan kudus dan perjamuan kudus yang secara khusus memberi makna keselamatan. Istilah  “sakramen”  mengandung arti “sumpah jabatan”  atau “sumpah prajurit” atau “suatu  rahasia ilahi”, “benda suci” atau “perbuatan kudus”

Pada zaman gereja mula-mula kata “sakramen”  awalnya ditujukan kepada setiap doktrin dan perundangan. Inilah alasan  dari sebagian orang untuk  menolak istilah sakramen, dan memakai  istilah  “tanda”, “meterai”, atau “misteri”. Demikian juga dengan pemakaian kata “sakramen” (yang dijabarkan dari kata sacer = kudus) juga mengandung arti perbuatan atau perkara yang rahasia, yang kudus yang berhubungan dengan dewa. Hal ini juga dihubungkan dengan keadaan religius masa itu, sebab pada zaman itu perbuatan-perbuatan misterius dalam melakukan konsekrasi ditemukan dalam berbagai-bagai agama. Perbuatan-perbuatan kudus gereja pada waktu itu muncul dalam derajat yang sama dengan hal-hal yang misterius.

Sakramen merupakan saluran  yang dipakai Allah untuk memberikan anugerahNya kepada manusia berdosa. Agustinus  memberikan defenisi tentang sakramen sebagai berikut : “Sakramen adalah tanda kelihatan dari hal yang kudus ataupun  bentuk yang kelihatan dari kasih karunia yang tidak kelihatan”. Sakramen adalah peraturan  kudus yang ditetapkan oleh Kristus, di mana tanda-tanda yang bisa dilihat dan dirasa dari anugerah  Allah di dalam Kristus. Anugerah dalam  sakramen dilambangkan, dimeteraikan dan diterapkan untuk orang percaya yang pada gilirannya adalah untuk menyatakan iman dan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa  sakramen adalah menerima anugerah yang kelihatan dari Allah, yang tidak kelihatan yang diberikan kepada manusia berdosa.

Sejak zaman gereja mula-mula hingga abad pertengahan, ketentuan tentang jumlah sakramen selalu berubah-ubah. Munculnya reformasi yang dilakukan oleh Martin Luhter, meragukan akan keberadaan sakramen dalam gereja Katolik. Hal itu  menjadi pokok perdebatan  antara para teolog pada zaman reformasi. Sakramen-sakramen gereja ternyata mendapat perhatian yang lebih khusus dalam pembahasan-pembahasan, khususnya menyangkut substansi sakramen tersebut, termasuk maknanya masing-masing, bahkan juga menyangkut  soal-soal praktis.

Dalam gereja Protestan sakramen yang diakui adalah “Baptisan Kudus” dan “Perjamuan Kudus ”. Allah yang mendirikan, menetapkan, memerintah, mensyahkan baptisan itu dan perjamuan kudus, yang melaluinya Allah memberikan berkat dan pengampunan dosa. Kedua jenis sakramen tersebut bertitik tolak dan berdasarkan pada amanat  penetapan, perintah dan perbuatan Yesus Kristus. Penetapan baptisan kudus terdapat dalam Injil Matius 28:19 dan Markus 16:16, sedangkan penetapan perjamuan kudus terdapat dalam Injil synoptis (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk. 22:14-20) dan surat Rasul Paulus  (I Kor. 11:23-25). 

Sakramen adalah saluran anugerah Allah atau saluran kasih karunia Allah. Sakramen adalah perjanjian anugerah atau perjanjian kasih karunia Allah tentang keselamatan manusia. Sakramen menjadi saluran sukacita bagi setiap orang untuk memasuki suatu perjanjian keselamatan dengan Allah. Oleh karena itu maka perjanjian keselamatan itu harus senantiasa diterima, dijalani dan dilaksanakan dengan penuh kesetiaan dan penuh ucapan syukur maupun sukacita. Maksudnya ialah bahwa setiap orang yang telah menerima baptisan dan perjamuan kudus akan melihat sakramen sebagai perjanjian yang menyelamatkan, pernyataan kesetiaan dan pengakuan iman dari setiap orang kepada Kristus yang mengasihi manusia.
Namun harus tetap diingat bahwa keselamatan bukanlah mutlak melalui sakramen. Keselamatan adalah melalui iman di dalam Yesus Kristus  (bnd. Yoh. 5:24 ; 6:29 ; 3:36 ; Kis. 16:31). Kuasa dari sakramen tidak terletak pada unsur-unsur yang digunakan (air, roti atau anggur), tetapi pada Allah yang menjadi fokus dari tanda-tanda itu. Kuasanya tidak tergantung pada karakter dari pada iman yang melaksanakannya, tetapi pada integritas Allah, sebab sakramen tidak pernah  dimaksudkan untuk berdiri sendiri tanpa disertai dengan Firman Tuhan. Firman dan ketentuan atau perintah-perintah Allah dalam sakramen tersebutlah yang membuat sakramen ada dan benar

SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS  HKBP .
          Baptisan itu adalah saluran kemurahan Allah bagi manusia, anak-anak dan dewasa, karena melalui baptisan itu gereja berdiri di tengah dunia ini, dan melalui iman dijadikan layak menerima keampunan dosa, kelahiran kedua kali, kelepasan dari kuasa maut dan dari kuasa iblis, dan memperoleh  kebahagiaan kekal. Dan melalui baptisan itu jugalah orang percaya dipersatukan ke dalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan menerima kuasa Roh Kudus (Mrk. 10:14; Luk 18:16; Kis 2: 41; 10:48; 16:33; Rom. 6:4; 1 Kor 10:1-9; Tit. 3: 5; Ibr 11:29; 1 Ptr. 3:21).

         Menurut  Konfessi HKBP adanya pengajaran penting bahwa Baptisan adalah “jalan pemberian anugerah” yang terpenting bukanlah cara, teknik atau tempatnya dilaksanakan (kolam, sungai, danau dan sebagainya) atau bentuknya. Tetapi makna dan berkat yang kita dapati  dari baptisan itulah yang paling penting. Baptisan itu bagaimanapun dilakukan dan dimanapun  itu berlangsung adalah merupakan saluran dari jaminan berkat keselamatan yang diberikan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Berkat itu mengalir kepada orang-orang percaya melewati saluran yang bermacam-macam. Adanya berkat dan anugerah serta janji yang diberikan oleh Allah  melalui baptisan, yaitu: keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari kematian dan ikatan iblis serta keselamatan kekal.
HKBP juga mengenal yang dinamai Babtisan Darurat (Tardidi na hinipu) hal ini bisa dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 

Baptisan darurat dilakukan kepada anak-anak yang sakit keras, yang belum sempat dibawa ke gereja untuk menerima baptisan. Di HKBP dirumuskan sebagai berikut : Bila ada orang yang belum dibabtis yang sakit keras, dan orang tuanya berkehendak anaknya  dibaptiskan, dimintalah sintua.. setempat.. untuk… melaksanakannya. Bila sintua setempat tidak bisa ditemui dimintalah sintua tetangganya. Bila itu juga tidak ada, dicarilah anggota jemaat yang rajin kegereja dan hidupnya saleh untuk melakukan pembaptisan. Bila anggota jemaat yang seperti itu juga tidak sempat lagi dicari, orang tuanya juga boleh melakukan pembaptisan itu, asal baptisan itu dilaksanakan dengan benar sesuai dengan pemahaman HKBP. Bila itu yang terjadi, mereka hanya boleh membaptiskan tanpa memberi berkat. Namun dalam situasi yang semakin maju sekarang ini, gereja tidak lagi hanya ada di pedesaan, dan sudah banyak dikota, sekiranya ada anak yang sakit keras, mereka bisa meminta pendeta untuk melakukan baptisan darurat.

Pendeta harus berusaha lebih dulu menghubungi sintua sekitar keluarga tersebut, untuk sama-sama mengunjungi si anak yang sakit keras tersebut, dan sebaiknya sintua yang melakukannya untuk menghubungi pendeta yang bersangkutan. Tetapi bila itu tidak dapat dilakukan, bahkan guru huria, bibelvrow atau diakones tidak bisa dihubungi, pendeta sendiri yang melakukan baptisan darurat. Apabila anak itu meninggal, maka harus dilayani dengan liturgi HKBP. Bila anak itu menjadi sehat, anak itu kemudian harus dibawa ke gereja pada waktu kebaktian minggu waktu ada pembaptisan. Pada waktu anak itu dibawa ke depan altar dihadapan pendeta, maka pendeta mengumumkan kepada jemaat sebagai berikut : Saudara-saudara yang terkasih, kita bersyukur kepada Tuhan kita yang maha pengasih yang menyembuhkan anak ini, karena pada waktu yang lalu anak ini sakit keras dan telah dibaptiskan dengan baptisan darurat.

Oleh sebab itu, hanya berkat yang akan diberikan kepadanya, namun namanya adalah:...................... (disebut nama anak itu, nama itu hanya dibacakan tanpa baptis ulang). Kemudian pendeta memberkatinya.

Sakramen : Perjamuan Kudus HKBP

            Dalam Konfessi HKBP dirumuskan bahwa kita percaya dan menyaksikan, Perjamuan Kudus ialah : memakan roti, dengan roti dimana (parhitean) kita terima daging dari Yesus Kristus Tuhan kita dan meminum anggur, dengan anggur dimana kita terima darah Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kita peroleh keampunan dosa, hidup dan sejahtera (1 Kor 11:17-34); Mat 26; Mark 14; Luk 22). Dengan demikian Perjamuan Kudus hanya sebagai alat atau media saja. Oleh karena itu, melalui Perjamuan Kudus manusia memperoleh keampunan dosa. Melalui keampunan dosa menusia dituntut untuk hidup bersekutu dan hidup dalam damai antara yang satu dengan yang lai Gereja Protestan pada umumnya lebih menekankan Perjauan Kudus sebagai peringatan akan kematain dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Adapun roti dan anggur dalam sakramen yang berarti bahwa :
Ø  Roti ;
               melambangkan Tubuh Kristus yang disalibkan. Makan tubuh Krists dalam arti kita dipersatukan dengan Dia, dengan menerima apa yang dilakukanNya bagi manusia (Yoh 6: 8-58). Makan roti mengingatkan bahwa Yesus menjadi manusia supaya tubuh manusiawi itu disalibkan. Ia menderita dan mati serta bangkit, untuk menciptakan tubuh baru yaitu jemaat Kristus. 
Ø  Anggur 
 melambangkan darah Kristus yang ditumpahkan untuk menyucikan dosa-dosa manusia. Darah ditumpahkan dari tubuh Yesus yang terpaku di kayu salib untuk pengampunan atau penghapusan dosa seluruh manusia. Darah yang adalah hidup, ditumpahkan agar memberi hidup kekal bagi manusia. Minum anggur dari cawan pada saat Perjamuan Kudus, mengingatkan kita bahwa Yesus sendiri telah minum cawan murka Allah yang seharusnya diterima manusia
              HKBP memahami bahwa Perjamuan Kudus dipahami sebagai “parhitean” untuk menerima tubuh dan darah Kristus yang sebenarnya. Yesus tidak mengubah hakikat roti dan anggur menjadi tubuh dan darahNya sendiri, juga tubuh dan darah Yesus tidak melekat pada roti dan anggur, melainkan bahwa melalui Perjamuan Kudus kita menerima tubuh dan darah Yesus yang masuk ke dalam tubuh rohani kita, sedangkan roti dan anggur tersebut masuk ke dalam tubuh jasmaniah kita. Artinya Perjamuan Kudus merupakan sarana menerima tubuh dan darah Kristus. 
                    Melalui Perjamuan Kudus manusia diyakinkan bahwa dia tumbuh menjadi satu tubuh dengan Kristus. Dengan demikian segala sesuatu yang adalah kepunyaan Dia boleh kita namakan kepunyaan kita.  
                       Melalui Perjamuan Kudus manusia diyakinkan bahwa kehidupan kekal yang telah diwarisinya menjadi milik manusia dan bahwa Kerajaan Sorga yang telah dimasuki-Nya tak dapat luput dari manusia sebagaimana tak dapat luput dari Dia.

Pokok-Pokok Ajaran Martin Luther

Ada 3 hal yang secara substansial menjadi doktrin teologis Martin Luther dalam usahanya   memperbarui Gereja, antara lain: 
1) Ajaran tentang yustifikasi (pembenaran) yang radikal atas manusia melalui sola fide.  
2) Ajaran tentang infalibilitas (ketidaksesatan) Alkitab, yang dipandang sebagai satu-satunya sumber kebenaran. 
3) Ajaran tentang imamat umum dalam hubungannya dengan kuasa untuk menafsirkan Alkitab. 
1.      Sola Fide (Hanya Iman)
Doktrin tradisional Gereja mengatakan bahwa manusia diselamatkan oleh iman dan karya-karyanya. Hal itu berarti imam menjadi nyata sungguh-sungguh ketika diwujudkan dan diungkapkan secara konkret dalam karya-karya. Dengan tegas, Luther menanggapi doktrin tradisional tersebut dengan cara menentang nilai karya manusia dan hanya membenarkan nilai iman.
Perlawanan Luther juga dilatarbelakangi oleh rasa frustasi secara psikologis yang mendalam yang ia rasakan karena berpikir bahwa ia tidak mampu memperoleh keselamatan kekal dengan usaha dan karya manusiawinya sendiri. Ia mengalami sendiri suasana batin bahwa ia tetap berdosa meskipun telah melakukan banyak usaha untuk hidup baik dan saleh. Meskipun telah berpuasa, menjalani hidup mati raga, berziarah dan menerima sakramen, Luther tetap merasa jatuh dan jatuh lagi ke dalam dosa yang sama. Kemudian, ia berkeyakinan bahwa kegagalan terus menerus untuk hidup baik tersebut menunjukkan rusaknya kodrat manusia pada akarnya. Manusia itu sedemikian rusak kodratnya, sehingga usaha apapun yang dilakukan untuk hidup baik tidak akan berhasil.
Selanjutnya, rasa frustrasi tersebut membawanya pada sebuah solusi, yakni hanya dengan beriman pada Allah saja, keselamatan dapat diperoleh. Baginya, imanlah yang membebaskan dan secara radikal mencabut kekhawatiran hidup insan beriman. Motivasi konseptual doktrin Luther adalah Allah menciptakan manusia “dari ketiadaan”. Dengan demikian, manusia tidak akan mampu melakukan hal baik yang dinilai di hadirat Allah. Luther juga berpendapat bahwa Iustitia Dei (keadilan Allah) semata-mata dianugerahkan oleh Allah kepada manusia. Keadilan ini tanpa menuntut jasa dan hak manusia. Manusia mendapatkan keadilan Allah bukan karena karya-karyanya, melainkan karena kepastian akan keselamatan yang dilakukan oleh Allah. Jadi, semakin ditegaskan bahwa karya insani manusia tidak dapat menyelamatkan manusia.

2.      Sola Scriptura (Hanya Alkitab)
Alkitab merupakan asas tunggal hidup menggereja karena berisi semua kebenaran yang diwahyukan Allah. Dengan kata lain, selain Alkitab, tidak ada sumber-sumber keselamatan, termasuk tradisi kristiani sekalipun. Baginya, tradisi kristiani hanyalah ciptaan manusia yang tidak dapat dijadikan sumber keselamatan. Semua yang dapat diketahui tentang Allah dan hubungan antara manusia dengan Allah sudah difirmankan dalam Alkitab secara terbuka. Dengan demikian, segala macam ajaran Gereja, Filsafat-Teologi dan Hukum Kanonik Gereja ditolak dan dipandang lebih mengaburkan daripada menguatkan cahaya Injil yang dipancarkan Allah kepada orang beriman melalui Alkitab. Oleh sebab itu, Luther mengganti struktur hierarki Gereja dengan menonjolkan peranan jemaat awam dan fungsi imamat semua orang beriman dalam kehidupan Gereja. Dengan demikian, hanya Alkitab saja yang memiliki otoritas infalibel (tidak dapat sesat).
Bagi Luther, peran para hierarki Gereja Katolik justru dapat menghalangi manusia menghalangi Alkitab secara benar, Maka dari itu, Luther menghendaki supaya Alkitab dapat dipahami oleh semua orang. Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Jerman, karena Alkitab berbahasa Latin (Vulgata) tidak dapat dipahami oleh semua orang, kecuali para klerus, biarawan dan biarawati. Melalui Alkitab yang dianggap sebagai satu-satunya sumber kebenaran itu, Luther berusaha mencari alasan yang tepat mengenai yustifikasi iman dengan tujuan untuk memberi dasar yang kokoh pada ajaran dan doktrinnya.

3.      Sola Gratia (Hanya Anugrah)
Dalam imannya, manusia sudah dapat merasa dibenarkan oleh Allah karena rahmat-Nya semata-mata. Berkenaan dengan cara berpikir ajaran tersebut, selanjutnya tidak dibutuhkan lagi perantara manusia dengan Allah, misalnya: peran dan fungsi imam yang menuntut ajaran Gereja Katolik supaya dapat menyalurkan rahmat pengampunan dosa dari Allah kepada manusia. Luther yakin bahwa setiap individu beriman berhadapan langsung dengan Allah sendiri dan secara pribadi bertanggungjawab kepada-Nya.
Pada akhir abad pertengahan sampai awal zaman renaissance, peran dan kredibilitas para klerus semakin menurun. Kesucian Gereja Katolik ternoda oleh kebobrokan yang dilakukan oleh para klerus pada waktu itu, terutama praktek komersialisasi indulgensi. Itulah yang mendorong Luther menolak Gereja yang hierarkis seperti yang diperlihatkan oleh Gereja Katolik Roma.
 Perlawanan Luther ditunjukkan melalui pemasangan surat pernyataan sikapnya yang berisi 95 dalil di pintu masuk Gereja biara di kota Wittenberg, Jerman pada tanggal 31 Oktober 1517. Dalam surat itu, Luther mengecam praktek Gereja Katolik yang memperdagangkan surat pengampunan dosa dengan tujuan untuk mendapatkan uang bagi pembangunan berbagai proyek gerejawi, misalnya: pembangunan gereja-gereja megah, termasuk Gereja Basilika St. Petrus di Vatikan. Situasi yang terjadi pada waktu itu ialah banyak orang sederhana percaya bahwa dengan membeli surat itu, mereka akan memperoleh keselamatan karena dosa-dosa mereka telah terampuni. Hal itu berarti keselamatan manusia merupakan hasil prestasi manusia itu sendiri dan bukan lantaran rahmat Allah.
Kekecewaan Luther terhadap para klerus tersebut menjadi dasar pemikirannya bahwa manusia beriman tidak membutuhkan mediasi insani.

v  Mementomori HKBP
          Konfesi (Pengakuan Iman) HKBP 1996 pasal 15 mengenai ‘Peringatan Terhadap Orang yang Meninggal’ – merumuskan: Bahwa Gereja menyelenggarakan peringatan bagi orang-orang yang meninggal untuk memantapkan penghayatan iman kita supaya kita mengingat akan akhir hidup kita sendiri serta meneguhkan pengharapan akan kemenangan Kristus yang mengalahkan maut; demikian juga pengharapan akan sorga sebagai asal dan tujuan roh dan jiwa kita (surgo sambulo ni tondinta) dan pengharapan akan persekutuan orang percaya dengan TUHAN Allah hingga kedatangan Kristus kedua kali.
               Dengan ajaran ini, HKBP menekankan pengharapan keselamatan manusia dari antara orang yang mati di dalam Yesus Kristus. Dalam kaitan ini, HKBP melawan tiga pandangan yang mengatakan:
(a) Bahwa orang yang hidup dapat menerima berkat dari orang yang mati;
(b) Bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan orang yang hidup dengan cara mendoakan arwah-arwah;
(c) Bahwa haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara menerima berkat bagi keturunannya.
               Kemudian, HKBP menolak semua bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran mengenai roh yang mengatakan bahwa roh orang yang meninggal itu hidup dan kemudian menjadi hantu dan menjadi roh leluhur (sumangot).
            Dari rumusan Konfessi HKBP di atas jelas bagi kita bahwa tujuan peringatan orang meninggal dulia ini bukanlah seperti yang dikatakan oleh pepatah orang Batak: “parigatrigat bulung gaol pasigatsigat hinalungun parungkarrungkar sidangolon”. Artinya bukan untuk membangkit-bangkitkan rasa duka cita yang mendalam buat keluarga yang ditinggalkan. Tetapi inti dari pada peringatan ini hendaklah menuju kepada kemenangan orang percaya atas maut dan kematian.
                Yesus Kristus telah mengalahkan kematian ketika Ia bangkit, dan kebangkitanNya menjadi buah sulung atas kebangkitan orang percaya. Lengkapnya demikian pernyatan kitab 1 Kor. 15:20+23 “20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya”.
                Perlu dijelaskan, meskipun nama-nama orang yang meninggal tahun itu dibacakan, sesungguhnya bukan nama-nama mereka itu yang menjadi tekanan; bukan mengingat pribadi-pribadi masing-masing orang yang meninggal dunia tadi yang lebih penting. Tetapi untuk mengingatkan kita akan hari kematian kita semua manusia kelak. Siapapun di antara kita yang masih hidup sekarang akan pasti mengalami kematian itu, sebab kematian itu adalah ‘jodoh’ kita semua. Semua kita sedang menunggu giliran alias ‘antri’ memenuhi panggilan kematian itu. Itu sebabnya ada ungkapan Latin yang mengatakan MEMENTOMORI artinya “Ingatlah akan hari kematianmu!”.
               Jangan lupa bahwa saya dan saudara semua pasti akan dijemput oleh kematian itu. Itu sebabnya harus sudah mempersiapkan diri sebelum kematian itu sungguh-sungguh nyata terjadi bagi hidup kita. Dan untuk itu pulalah Acara Peringatan Orang Yang Meninggal Dunia” terus dilanjutkan oleh tradisi gereja HKBP agar warganya tetap ingat dan peduli akan saat-saat kematiannya kelak.
                  Dan apabila hal itu sungguh terjadi, tidak putus asa, tidak mengutuki Tuhan. Tentu keluarga yang ditinggal oleh orang mati itu pasti akan menangis dan bersedih; rasa pilu akan ‘memukul’ juga, tetapi bukan lagi seperti dukacita seorang yang tidak percaya, tetapi duka cita seorang yang punya pengharapan bahwa kelak orang yang mati dalam nama Tuhan Yesus itu akan berkumpul di Sorga bersama sekalian orang-orang tebusanNya.

Selanjutanya memberikan pengajaran aau pengarahan Memahamai Perangkat Perangkat HKBP
Ø  Alkitab
Ø  Buku ende
Ø  Agenda Besar dan Kecil
Ø  Kakhismus
Ø  RPP HKBP
Ø  AP-HKBP
Ø  Konfesi HKBP



   DISUSUN  OLEH




CPdt. Erwin H.Manurung,STTh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Alamiah Dasar Sepuluh Misteri Tata Surya