metode penelitian soaial
Mengatasi Persoalan Perekonomian
Jemaat
HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga:
BAB I
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang
Bidang perekonomian merupakan persoalan urgen yang
dihadapi setiap orang. Ketika hal itu sudah menjadi persoalan, maka harus
secepatnya dicari solusi matang, sebab jika tidak demikian, maka dapat
menimbulkan apa yang kita sebut persoalan kemiskinan. Kemiskinan
telah menjadi wabah yang senantiasa mengancam kehidupan umat manusia. Angka
kemiskinan dan pengangguran terus meningkat hingga kini. Dalam hal ini, jemaat
kita di HKBP juga sudah menjadi bagian di dalamnya dan banyak diantara mereka
adalah para petani. Banyak anak petani yang busung lapar karena kekurangan gizi
dan juga bisa kita lihat banyaknya anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan
karena ekonomi keluarga yang lemah serta rakyat yang harus menahankan sakit
ketiadaan uang untuk berobat. Hal ini menjadi indikator bahwa angka kemiskinan
semakin meningkat.
Hal tersebut diatas merupakan
masalah perekonomian. Dalam paper ini, penulis terkhusus membahas mengenai
bahaya yang senantiasa mengancam apabila tidak adanya pengelolaan yang baik di
bidang perekonomian, dimana hal inilah yang dialami oleh jemaat HKBP Sihorbo
Ressort Sihorbo Distrik Sibolga.
Untuk mengatasi soal kemiskinan
dalam beberapa jemaat HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga, sudah mulai
dicanangkan untuk melakukan usaha peternakan ayam, yaitu beternak ayam kampung
organik dengan sistem kandang fermentasi. Pengembangan Masyarakat HKBP dan PER
(Pengembangan Perekonomian Rakyat) bekerjasama dengan BKAG (Badan Kerjasama
Antar Gereja) Kabupaten Tapanuli tengah mengadakan program untuk membantu
membangun perekonomian rakyat ke arah yang lebih baik.
1.2. Rumusan Masalah
Jumlah
jemaat HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga secara kuantitatif lumayan
banyak, namun secara kualitas dalam hal
perekonomian mereka sangat kurang. Mereka tinggal di wilayah pedesaan yang
sebenarnya cukup subur dan sangat cocok dalam mengembangkan usaha tani ataupun
peternakan. Namun karena keterbatasan pengetahuan akan hal mengelola lahan,
sehingga kurang kemampuan mempergunakan lahan yang ada dengan sebaik-baiknya
untuk mengeruk keuntungan. Jadi, lahan yang ada hanya diolah untuk sekedar
memperhias pekarangan rumah atau sekedar menanam tanaman yang tidak menambah
pendapatan keluarga. Adapun lahan yang ada, memang di sebagian tempat telah
dilakukan pemeliharaan ayam atau ternak lainnya, tapi itu karena hobi semata,
tanpa memikirkan prospek yang lebih baik ke depan. Dalam artian bahwa tidak ada
perkembangan yang berkesinambungan dan berkelanjutan (sustanaible) dalam hal
perekonomian jemaat di HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga.
1.3. Tujuan
Penulisan
v Usaha
peternakan ayam dengan metode pemeliharaan ayam kampung organik sistem kandang
fermentasi ini, ditujukan bagi semua orang yang berminat, karena semua dapat
melakukannya. Dalam hal ini, dapat mengurangi angka pengangguran yang secara
otomatis mengurangi angka kemiskinan dan kematian.
v Membuka
cakrawala pemikiran bagi setiap pendeta ataupun calon pendeta HKBP dan juga dari gereja lain, bahwa usaha ini
dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan Pengmas HKBP dan PER serta
badan BKAG setempat untuk membantu membangun perekonomian jemaat dimana ia
melayani sebagai suatu usaha bersama untuk mengurangi angka kemiskinan dan
kematian.
1.4. Manfaat Penelitian
Ø Diharapkan
melalui usaha ini, dapat mengatasi persoalan kemiskinan yang kini mewabah di
Indonesia, tidak terkecuali dalam lingkungan orang Batak.
Ø Diharapkan
dengan melakukan usaha ini, jemaat HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga
dapat terbantu dalam meningkatkan perekonomian keluarganya.
1.5. Hipotesa Awal
Hipotesa Awal atau asumsi awal penulis terhadap
kesimpulan penelitian ini, bahwa usaha peternakan ayam ini dapat menjadi sebuah
solusi untuk meningkatkan taraf perekonomian jemaat HKBP
Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik Sibolga.
BAB II
Landasan Teori
2.1.
Dasar Alkitabiah
TUHAN
telah terlebih dahulu mengasihi kita,
sehingga kita
dimampukan untuk mengasihi sesama, sebab
barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (1 Yoh. 4:21). Dan sesuai yang terdapat pada Matius
22:37-40, adalah kewajiban bagi sesama kita manusia untuk saling mengasihi.
Oleh karena kasih karunia-Nya, kita dimampukan untuk mengenal Dia, Pencipta
Langit dan Bumi dan segala alam yang terdapat di dalamnya, sehingga secara
sadar kita mengagungkan Dia, sebab hanya kepada-Nya lah kita wajib berbakti.
Itulah hukum yang utama dan pertama. Setelah kita diberi-Nya kasih karunia
untuk mengasihi, hal itu mewajibkan kita untuk mengasihi sesama, mengasihi
sesama kita manusia seperti diri kita sendiri, itulah hukum yang kedua.
Berlandaskan hal itu, persoalan
kemiskinan di Indonesia dimanapun daerah yang mengalami kemiskinan itu, di
jemaat gereja manapun itu, agama apapun itu dan daerah manapun itu, maka
semuanya itu adalah persoalan kita. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita
juga, karena mereka adalah kita dan kita adalah mereka, sebab seperti yang
tertulis dalam Matius 22:37-40, bahwa hendaklah kita mengasihi sesama seperti
diri kita sendiri.
Dan
secara Teologis, usaha peternakan ayam, yaitu beternak ayam kampung
organik dengan sistem kandang fermentasi betul-betul anti penghianatan terhadap
alam atau tidak merusak
keharmonisan ekologi. Allah telah menciptakan langit dan
bumi dan segala isinya dengan baik dengan menyerahkannya kepada kita, agar kita
dapat mengolah alam ini dengan bertanggung jawab. Allah menempatkan manusia
ciptaannya untuk memelihara semuanya ini, bukan hanya sejenis. Bila
keanekaragaman yang terdapat dalam alam ini dijaga, dilindungi dan dipelihara
dengan baik, maka sukacita, sorak sorai dan damai sejahtera akan kita temukan
dan rasakan. Sehingga keuntungan maksimal dengan sendirinya, secara langsung
ataupun tidak langsung akan dapat kita peroleh.
2.2. Informasi Empiris
Menanggapi
persoalan perekonomian yang dihadapi oleh HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo Distrik
Sibolga, Pengmas HKBP dan PER (Pengembangan Perekonomian Rakyat) bekerjasama
dengan BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Kabupaten Tapanuli tengah menawarkan
untuk berusaha peternakan ayam dan mengadakan sharing dengan para
petani/peternak. Dalam sharing informasi yang mereka utarakan bahwa kebanyakan
dari mereka sama sekali masih awam bagaimana berusaha beternak ayam. Adapun
peternak yang sudah terlebih dahulu melakukannya, mereka mengatakan bahwa mereka
tidak pernah beruntung, gali lobang tutup lobang, tertimpa utang terlebih
karena harga makanan (pakan/pellet) mahal.
Setelah melakukan sharing secara
terbuka dengan para petani atau peternak, Pengmas HKBP dan PER mengajak para
petani untuk terlebih dahulu melakukan study khusus dalam mempelajari bagaimana
cara yang lebih efektif dan efisien dalam memelihara ayam agar bisa dijadikan
sebagai sumber pendapatan yang utama dalam rumah tangga, yaitu dengan
pemeliharaan ayam kampong organik sistem kandang fermentasi. Hal ini dilakukan,
karena selain terbentur dalam hal kemahalan pakan ayam, para petani juga belum
melakukan tehnik peternakan ayam yang ternayata dapat dijadikan sebagai sumber
pendapatan keluarga. Dalam rangka ini, tehnik pemeliharaan ayam kampung diajarkan
kepada para petani sebagai berikut:
Ø Seleksi
Induk dan telur untuk memperoleh benih benih ayam.
Ø Memelihara
dan mempersiapkan benih (bibit).
Ø Memperoleh
dan mengolah pakan.
Ø Cara
memelihara kesehatan ayam.
Ø Perkandangan
dan tehnik membuat kandang.[1]
Setelah
melakukan studi khusus ini, jemaat (para petani) HKBP Sihorbo Ressort Sihorbo
Distrik Sibolga dibiarkan mandiri dan diberi tanggung jawab dan kepercayaan
untuk memelihara ayam kampung dengan metode pemeliharaan ayam kampung organik
sistem kandang fermentasi. Dalam hal ini, jemaat setempat diberi dana awal,
dalam bentuk secara langsung adalah
pemberian bibit ayam kampung. Dengan pengalaman yang didapat melalui
studi khusus, mereka dibiarkan memelihara sendiri, dalam artian mereka dipantau
dan diperhatikan dengan tujuan agar mengetahui sudah sejauh mana mereka
mengejewantahkan apa yang mereka pelajari dalam studi khusus tersebut. Sehingga
dalam usaha ini mereka diajak untuk bertanggung jawab dalam pekerjaannya yang
baru sebagai sumber utama pendapatan keluarga. Dengan sendirinya mereka
bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya, yaitu beternak ayam, karena
kini hanya dengan penghasilan melalui beternak ayam lah mereka bisa eksis dalam
hidup. Setelah nantinya ada penghasilan yang didapat dari peternakan ayam ini
(tiba masa panen), jemaat dapat melaporkannya kepada Pengmas HKBP dan PER atau
pihak berwajib dari badan tersebut yang langsung turun ke lapangan mendata,
agar ditindaklanjuti dalam hal komisi kedua belah pihak, yaitu sebagai
pengganti dana awal yang diberikan oleh Pengmas HKBP dan PER kepada jemaat.
[1]
lih. Rein Justin Gultom, Menggulung
Untung dari Ayam Kampung: Panduan Beternak Ayam Kampung Organik Sistem Kandang
Fermentase, Biro Pengmas HKBP, Tiga Dolok 2010: hlm. 17-41.
Komentar