filsafat

Nama :Erwin H.Manurung
Nim :08-2328
Mata kulia :Filsafat timur









Pengantar
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "filsafat" adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis.[1] ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity 'ketertarikan'. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sedikit sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
Filsafat sering difitnah sebagai sekularistik,etis dan anarkis karena suka menyobek selubung –selubung idiologis berbagai kepentingan duniawi,termasuk yang tersembunyi dalam pakain yang alim.Ia tidak sopan ,Ia bagaikan anjing yang menggonggonng,mengganggu dan menggigit.filsafat harus demikian karena ia secara hakiki adalah ilmu kritis.memperlihatkan sifat kritis filsafat itu adalah maksud karangan ini.


I.Filusuf dan Minat Politik

Herakleitus menyebutkan perang sebagai bapak dari segala-galanya sampai Andre Glucksman yang mendukung penempatan roket pershing II republik Federal Jerman .kebanyakan mereka sikap-sikap politis relevan .platon mengembangkan filsafatnya tentang ide-ide antara lain karena dia prihatin dengan keadaan politik di Athena.Platon merupakan dua pradigma fundamental pendekatan politis (Aristotele,juga merupakan salah satu argumen yang paling kuat melawan gambaran dangkal bahwa hanya kertelibatan dalam praksis dapat menghasilkan filsafat yang bermutu dan bermakna bagi praksis,walaupu Aristotele menjadi pendidikan Iskandar Agung dan kemudian dari Athena dapat menyaksikan muridnya mendirikan salah satu kerajaan besar yang pernah ada dibumi kita ini.namun perkembangan politik itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam filsafat politik Aristoteles,ia bersifat seakan-akan tidak ada bentuk lain dari polis,negara kota Yunani).karya kecil Thomas Aquinas”De regimine principun “termasuk salah satu urain politik yang paling tajam yang sampai hari ini ditulis;diskusinya apakah seorang penguasa yang menyalahgunakan kedudukanya demi kepentingan sendiri boleh dibunuh langsung oleh rakyatnya atau harus dicopot dari kedudukanya dan diadil


II.Apakah kerja Filsafat?

Filsafat biasanya munjul sebagai kritik .kita tidak boleh mempersempit pandanga terhadap filsafat.bahwa Filsafat selalu tertarik pada kritik politk bahwa dia tebatas padanya.Filsafat justru cenderung,dan diharapkan cenderung mempertnyakan apa saja secara kritis.jadi seluruh realitas,bukan hanya politik.slah satu kesibukan filusuf itu ialah bertengkar tentang apa itu filsafat,dimana segala keyakinan ditemukan denga gigih,termasuk pendapat bahwa tidak ada filsafat.Pada hakikatnya filsafastpun membantu masyarakat dalam memecahkan masalah-maslah kehidupan.unutuk mengatasi masalah-masalah itu manusia mmembutuhkan orientasi yang sadar, ia harus mengetahui lingkungannya.filsafat dapat dipandang sebagai usaha manusia untuk menangani pertanyaan-pertanyaan fundamental tersebut secara bertanggung jawab.maka filsafat menggunakan pertanyaan ilmiah,karena tanpa usaha ilmiah pertanyaan-pertanyaan itu hanya akan dijawab secara spontan dan dengan demikian senantiasa ada bahaya bahwa jawaban-jawaban didistorikan oleh selera subjekti,segala macam rasionalisasi dan kepentingan idiologis.

III.Filsafat Mencari Jawaban

Filsafat harus mengkritik jawaban-jawaban yang tidak memadai dan filsafat harus ikut mencari jawaban yang benar.yang harus membedakan jawaban-jawaban filsafat dari jawaban spontan ialah bahwa mereka harus dapat dipertanggung jawabkan secara rasional.Pertnggungjawaban rasional pada hakikatnya berarti bahwa setiap langkah harus terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkala dan harus dipertahankan secara argumen-argumen yang objektif,artinya yang dapat dimengerti secara intersubjektif.

IV.Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

Filsafat memanag mencari jawaban yang benar tetepi jawaban itu tidak pernah abadi.karena itu filsafat tak pernah selesai dan tidak sampai pada akhir sebuah masalah .Filsafat dalam abad ke-20 ini masih sibuk dengan problem-problem sama seperti yang sudah dipersoalkan 2500 tahun yang lalu ternyata membuktikan bahwa filsafat tetap setia pada “metodenya”sendiri.Dengan demikian filsafat adalah seni kritik,bukan seakan-akan membatasi diri pada distruksi, atau seakan-akan takut untuk membawa pandangan positifnya sendiri. Melaiankan kritis dalam arti bahwa filsafat tidak pernah puas diri, tidak pernah membiarkan sesuatu selesai, tidak pernah memotong perbincangan,selalu bersedia, bahakan senang untuk membuka kembali perdebatan selalu dan secara hakiki bersifat dialektis dalam arti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar.

V.Fisafat Sebagai kritik Idiologi

Ciri-ciri khas sebuah idiologi adalah selalu dimuat tuntutan-tuntutan mutlak yang tidak boleh dipersoalkan.Biasanya suatu idiologi sekaligus menunjukan pihak yang berhak untuk menjaga kemurnian. Yang menjadi kain merah idiologi yang menantang filsafat ialah kemutlakan yang melekat pada tuntutanya.filsafat pada hakiki menuntut sesuatu yang tidak boleh dipertanyakan.maka terhadap idiologi filsasfat merupakan ilmu yang tidak sopan yang tidak menunjukan hormat.Filsafat bagaikan anjing yang tidak membiarkan sistem-sistem normatif yang sudah mapan menjadi tempat istirahat bagi kepentingan-kepentingan idiologis.Filsafat menggonggong,mengganggu dan menggigit.



VI. Filsafat Politik

Filsafat politik pada hakikatnya menuntut bahwa segala claim atas hak untuk menata masyarakat dipertanggungjawabkan.dengan demikian tersobeklah tabir kepolosan idiologis.claim-claim legitimasi segala macam kekuatan, entah bersifat kekuasaan langsung, entah bersembunyi dibelakang pembenaran-pembenaran normatif,dipaksa untuk membenarkan diri. Jadi filsafat politik berarti adanya suatu kenyataan dalam kehidupan masyarakat yang tidak membiarkan segala macam claim wewenang dan kekuasan menjadi mapan begitu saja.tantangan itu memakasa kekutan-kekuatan itu untuk membenarkan diri,untuk menunjukan fungsinya demi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.filsafat politik meningkatkan tekanan agar kekuasaan politik meningkatkan tekanan agar kekuasaan-kekuasaan politik mencari legitimasi dan mempersulit merajalelanya legimatasi-legimatasi yang idiologis.

I. kehidupan politik

Tokoh –tokoh f1ilsafat barat banyak yang terjun ke dalam dunia politik karena mereka sangatlah prihatin melihat dunia politik yang hanya memikirkan harta duniawi,sehingga para politik tidak lagi memikirkan kehidupan masyarakat.para filsafat platon mengembangkan filsafatnya karena dia prihatin melihat politik di Athena,yang tidak adil dan tidak saklar.sehingga para filusuf mempergunakan filsafatnya untuk mengkritikdidalam dunia partai –partai seperti partai Sosial Demokrat.sehingga filsafat bisa menjadi ancaman bagi dunia politik .filsafat tidak pernah berhenti untuk mengkritik,para filsafat selalu menjadi yang terdepan sehingga sangat sukar untuk menghapuskanya.

II. Filsafat yang suka mengkeritik

Kita tahu bahwa para filsafat tugasnya adalah untuk bergulat dan selalu mengkritik dan para filusuf sangat senang jika dia dikritik bagi siapa pun , termasuk juga dikritk para politik.para filsafat juga belajar didalam ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan dan pengetahuanya didalam menjawab soal-soal para pengkritik.filsafat juga dapat memecahkan masalah sehingga banyak masyarakat meminta solusi danpara fisafat itu dibayar.untuk menjawab pertanyaan itu biasanya para filsafat mempelajari ilmu pasti sepert: Fisika,Kimia,Fisiologi,sosialogi dan Ekonomi semacam hakiki yang terbatas sifatnya .karena fungsi filsafat itu adalah menjawa pertanyaan masyarakat dengan pasti.


III. Kebenaran Filsafat

Filsafat selalu mencari jawaban yang benar,dia selalu mengkritik jawaban jika jawaban itu salah.filsafat selalu mencari jawaban yang benar .dan para filusuf selalu mempertahankan jawabanya dan dapat dimengerti secara inter subjektif .danjawaban para filsafat itu sangatlah berbeda dengan jawaban yang lain.
IV. Ediologi filsafat
Fisafat memang selalu mencari kebenaran tetapi, jawaban para filusuf itu biasanya tidak dapat bertahan atau tidak pernah abadi.filsafat selalu mencari persoalan-persoalan masa lalu dan selalu meng-ungkit-ungkitnya.sehingga permasalahan filsafat tidak pernah selesai atau berakhir.filsafat sangat senang untuk bergulat atau bertengkar,becorak ,nakal ,serta bersifat duniawi dan sering bersifat sinis.filsafat tidak pernah mengalah sangat lah berbeda dengan ediologi –ediologi yang diajarkan guru-guru didalam kebijaksanaan
V. Kritik filsafat
Filsafat memang selalu membuat manusia itu menjadi goyah kebenarannya dan membuat manusia menjadi kebingungan akibat kritikan yang sangat tajam .sehingga nilai-nilai idiologi sosial dan agama di lupakan . Tapi tanpa filsafat manusia tidak akan pernah maju .
VI. Politik filsafat
Filsafat memang selalu tidak pernah puas dangan jawaban yang hanya bersifat religi dia memang sangat kritis dan sangat sulit untuk mengalahkanya dan tak akan pernah untuk mengalah.setiap krtikan filsafat ini tidak pernah memikirkan kehormatan dia tidak memandang siapa yang harus dia kritik dan filsafat itu adalah bersifat ego dan dapat menghancurkan segala jawaban jika jawaban itu tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.Sehingga didalam politik pun filsafat pun akan selalu ingin menang didalam keddudkanya.
Penutup
Saya mengharapkan bahwa filsafat indonesia tidak berhenti pada urain tipe pengantar, aforisme sama sini dan lontaran omongan santai.dan saya mengharapkan para filsafat harus berani mengtakan kebenaran dan saya mengharapkan agar filsafat indonesia harus berusaha terus untuk menggali ilmu-ilmu yang dapa membangkitkan masyarakat Indonesia atau membangunkan masyarakat Indonesia dari kemalasan.tanpa filsafat kita tidak akan bisa maju dan pengetahuan dinegara kita menjadi abu-aba belaka warnanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Alamiah Dasar Sepuluh Misteri Tata Surya