penafsiran kitadb obja 1:1-7

Tugas Perbaikan Presentasi Rabu, Tanggal 14 September 2011
Mata Kuliah : Hermen Perjanjian Lama II
Nama : Claus Sibarani
NIM : 08. 2328
=====================================================================
Tafsiran Historis Kritis Terhadap Kitab Obaja 1: 1-7

I. Nats
I.1. Analisis teks
Analisis kata

Obadiah 1:1
Wn[.m;v' h['Wmv. ~Ada/l, hwIhy> yn"doa] rm;a'-hKo hy"d>b;[o !Azx]hm'x'l.Mil; h'yl,[' hm'Wqn"w> WmWq xL'vu ~yIAGB; ryciw> hw"hy> taeme


!Azx] :\ : kata benda umum maskulin tunggal : Penglihatan
hy"d>b;[o : penganti kata benda : Obaja
rm;a'-hKo : Partikel kata keterangan + kata kerja orang ke 3 maskulin tunggal : disini, sekarang
~Ada/l : l, partikel proposisi + ~Ada/ () kata benda jenis maskulin jamak ; Edom
h['Wmv : kata benda umum jenis kelamin feminim singular absolute ; sebuah laporan
Wn[.m;v' (mendengar) kata kerja +kata dasar + orang pertama umum jamak ; mendengar
Taeme : kata penghubung ; dari
hw"hy> : Tuhan
ryciw> : w kata depan + ryci kata benda umum jenis maskulin tunggal ; sebuah gambar
~yIAGB; : B particle preposition + h; particle article + yAG kata benda maskulin jamak ; pada warganegara/ orang
xL'vu : kata kerja pual perfect orang ketiga maskulin tunggal ; mengirim
WmWq : Kata kerja qal imperative maskulin jamak ; Bangun
hm'Wqn"w : w kata depan + ~wq + kata kerja imperfek umum orang pertama jamak ; dan bengunlah
h'yl,[' : Partikel preposisi suffix orang ke-3 feminim ; sedang berlangsung

hm'x'l.Mil; : l kata depan + h; partikel hm'x'l.mi ++=+++=++ kata benda feminim ; untuk perperangan/ perjuangan


Obadiah 1:2
daom. hT'a; yWzB' ~yIAGB; ^yTit;n> !joq' hNEh

hNEhi : kata seru, lihatlah!
!joq' : Kata sifat maskulin tunggal; Kecil
^yTit;n : Kata kerja qal perfek orang pertama tunggal 0suffix+ orang ke 2 maskulin tunggal ; memberi
~0yIAGB : B partikel kata depan + h; partikel artikel yAG kata benda maskulin jamak; dengan warganegara/ orang
ATb.vi : Kata kerja dasar passiv participle maskulin tunggal ; memandang
hT'a; : Kata ganti orang ke-2 tunggal jenis maskulin ; kau


Obadiah 1:3
rmeao ATb.vi ~Arm. [l;S,-ywEg>x;b. ynIk.vo ^a,yVihi ^B.li !Adz#rx;b : B participle kata depan + ~ywIg"x] kata benda maskulin jamak konstruk ; tempat pengasingan diri
~Arm. : Kata benda maskulin tunggal konstruk; tinggi
ATb.v : Kata benda maskulin tunggal konstruk +akhiran Orang ketiga tunggal maskulin ; tempat duduk
Rmea :Kata kerja + kata dasar participle maskulin tunggal ; mengatakan
ABliB. : Kata dasar B + ble kata benda maskulin tunggal konstruk + akhiran orang ke 3 tunggal maskulin ; didalam pikiran
Ymi : kata ganti interrogative ; siapa?
ynIdErIAy : Kata kerja hiphil imperfect orang ketiga tunggal maskulin + akhiran orang pertama tunggal ; membawa kebawa
#ryrIAa ~V'mi ^N rv,NT;-~aihw"hy>-~aun>

H:yBig>T;-~ai .: ~ai partikel kata sandang + bg + kata kerja hiphil imperfek orang kedua tunggal maskulin ; jika sombong/ jika menjadi tinggi
rv,N< kata benda jenis maskulin tunggal absolute ; seperti seekor elang !yBe-~aiw> : (dan jika jarak waktu / jarak tempat) ,w partikel konjuksi ~ai + particle conjunction + !yIB; particle preposition ; dan jika jarak waktu/ jarak tempat
~ybik'AK : kata benda maskulin jamak absolute artinya : sebuah bintang
~ybik'AK : kata benda maskulin jamak absolute artinya bintang utara
~yf= : kata kerja qal partikel partisip maskulin tunggal absolut Artiny : menaru h / menanam
^NyrIAa : kata kerja imperfek hiphil orang pertama tunggal suffix + suffix orang ke-2 maskulin tunggal artinya : datang

Obadiah 1:5
aAlh] ht'ymed>nI %yae hl'y>l; ydEd>Av-~ai ^l.-WaB' ~ybiN"G:-~atAlle[o Wryaiv.y: aAlh] %l' WaB' ~yrIc.Bo-~ai ~Y"D: Wbn>g>yI

~ybiN"G:-~ai : ~ai konjugasi partikel (jika/ kalau) + bN"G: kata benda maskulin jamak absolute (pencuri/ maling) artinya: jika pencuri

^l.-WaB : awb kata kerja perfek orang ke-3 jamak (masuk) l preposisi partikel suffix orang ke-2 maskulin tunggal (terhadap,mestinya) artinya : mestinya masuk
ydEd>Av-~ai : ~ai konjugasi partikel ( jika) + ddv + kata kerja parisipel maskulin jamak konstruk (memusnahkan,menghancurkan/ menindas, menekan) artinya : jika menindas
hl'y>l : kata benda maskulin tunggal absolute artinya : malam , namun dalam kata kerja artinya dekat
%yae : kata seru ; Bagaimana !
ht'ymed>nI :kata kerja perfek niphal orang ke-2 maskulin tunggal hamonim ke-3 artinya : pikiran, suka
aAlh] : h] partikel introgatip (apakah,jika) al{ partikel negatip (tidak) ; jika tidak
Wbn>g>y : bng kata kerja imperfek orang ke -3 maskulin jamak ; pergi secara diam-diam
~Y"D: : kata benda maskulin tunggal konstruk +suffix orang ke -3 maskulin plural; kecukupan, cukup
~yrIc.Bo-~ai : ~ai partikel konjugasi (jika/apabila )+ rcb kata kerja partisipel maskulin jamak absolut (memutuskan) ; jika memutuskan
WaB : kata kerja perfec orang ke-3 jamak ; masuk
%l' : l preposisi partikel suffix orang ke-2 feminim tunggal ; terhadap, ke.

aAlh : h] partikel introgatip (jika)+ + al{ partikel negatip (tidak) ; jika tidak
Wryaiv.y: : kata kerja hiphil imperfek orang ketiga maskulin jamak ; sisa,bekas
tAlle[ : Kata benda jenis feminim jamak absolut ; sebuah perkumpulan sedikit

Obadiah 1:6
wyn"Puc.m; W[b.nI wf'[e WfP.x.n< %ya %yae : Partikel kata seru ; bagaimana ! WfP.x.n< : kata kerja nipal perfek orang ke-3 jamak ; mencari sampai ketemu wf'[e : Esau wyn"Puc.m; : kata benda jenis feminim jamak konstruk + suffix orang ke-3 maskulin tunggal ; harta benda yang terpendam Obadiah 1:7 ^l. Wlk.y" ^WayVihi ^t,yrIb. yven>a; lKo ^WxL.vi lWbG>h;-d[;AB hn"WbT. !yae ^yT,x.T; rAzm' Wmyfiy" ^m.x.l; ^m,l{v. yven>a;

lWbG>h;-d[ : d[; partikel kata depan homonym ke-3 (sampai,sejauh) + h; kata sandang + lWbG> kata benda maskulin tunggal absolut (batas,pembatasan, ; sampai batas
^WxL.v : kata kerja piel perfek orang ke-3 jamak + suffix orang ke-2 maskulin tunggal< ; mengirimkan lKo : kata benda maskulin tunggal konstruk ; segala, tiap-tiap, apa saja (yang mana saja) yven>a; : kata benda maskulin jamak konstruk ; orang laki-laki, suami, umat manusia.


^t,yrIb : kata benda jenis feminim tunggal konstruk + suffix orang ke-2 maskulin tunggal ; sebuah perjanjian
Wlk.y : kata kerja perfek orang ke-3 jamak ; dapat,bisa, sanggup, mampu.
^l. : l partikel kata depan + suffix orang ke-2 maskulin tunggal ; terhadap
^m,l{v. : kata benda maskulin tunggal konstruk + suffix orang ke-2 maskulin tunggal ; Artinya kelengkapan,kesempurnaan,keparipurnaan,kesehatan,kesegaran,kekuatan, kesejahteraan dan damai
^m.x.l : kata benda maskulin tunggal construk + suffix orang ke-2 maskulin tunggal ; makanan, roti
Wmyfiy" : kata kerja imperfek orang ke-3maskulin jamak, artinya menaruh
rAzm' : kata benda maskulin tunggal absolute homonimke-2 ; jaring-jaring, jala, memutar, membalut
^yT,x.T; : partikel preposisi + suffix orang ke-2 maskulin tunggal ; dibawah
hn"WbT. : kata benda feminim tunggal absolute ; sebuah pengertian
AB : B partikel preposisi + suffix orang ke-3 maskulin tunggal, ; didalam, pada,dengan.


I.2. Kritik teks

Pada kata Wn[.m;v' (Wn[.m;v' : kata kerja perfek orang pertama jamak maskulin, asal kata [m;v', arti: kami mendengar ), diusulkan oleh teks apparatus teks Septuaginta menjadi yTi[mv (yTi[mv : kata kerja perfek orang kedua tunggal feminin, asal kata [m;v', arti : engkau perempuan mendengar), dapat dibandingkan dengan Jeremia 49:14.
Usul yang disarankan oleh teks apparatus ditolak dengan alasan bahwa arti kata di dalam teks Masora lebih tepat, karena kata Wn[.m;v' menegaskan bahwa yang mendengar berita dari Allah adalah orang Edom, itu artinya yang mendengarkan berita itu bukan satu orang saja melainkan sekelompok orang. Kata yTi[mv hanya menunjuk kepada satu orang saja bukan sekelompok bangsa yang mendengarkan berita itu. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka usulan teks apparatus ditolak.

I.3. Terjemahan
Ayat 1 : Penglihatan Obaja; demikian berkatalah Allah, kepada Edom sebuah berita yang sudah kami dengar datang dari Allah dan seorang pengirim berita di tengah bangsa-bangsa telah dikirim bangkitlah dan mari kita bangkit melawannya berperang.
Ayat 2 : Pandanglah kecillah Aku telah membuatmu di tengah-tengah bangsa-bangsa lebih hina
Ayat 3 : Keangkuhan hatimu menipumu penduduk di dalam sebuah tebing terjal dari tingginya tempatnya berkata di dalam hatinya siapa yang akan membawaku ke bawah bumi.
Ayat 4 : Walaupun kau tinggi seperti elang dan walaupun diantara bintang-bintang dan disusun sarangmu dari sana Aku akan membawamu ke bawah ucapan Allah
Ayat 5 : Walaupun pencuri-pencuri telah datang padamu merampas pada malam hari bagaimana kamu akan dihancurkan tidakkah akan mereka mencuri persediaan yang cukup untuk hidup. Pemetik anngur akan datang kepadamu tidakkah mereka meninggalkan pungutannya?
Ayat 6 : Bagaimana mereka akan merampok Esau mereka akan mencari harta-harta
Ayat 7 : Sampai perbatasan mereka mengirimmu, semua orang dalam perjanjianmu telah menipumu memiliki kekuatan di atasmu orang yang menjadi teman rotimu, mereka memasang sebuah jaring di bawahmu. Tidak ada yang mengerti itu.

I.4. Perbandingan bahasa
Ayat 1
Bahasa Inggris : The vision of Obadiah. Among the nations.
Bahasa Indonesia : Penglihatan Obaja. Ke tengah-tengah bangsa-bangsa
Bahasa Batak Toba : Pangungkapon ni si Obaja. Tumopot angka bangso parbegu.
Ayat 2
Bahasa Inggris : Among the nations
Bahasa Indonesia : di antara bangsa-bangsa
Bahasa Batak Toba : di tonga-tonga angka bangso parbegu
Ayat 3
Bahasa Inggris : deceived. Bring me down
Bahasa Indonesia : memperdayakan. Menurunkan
Bahasa Batak Toba : paotootohon. Mangonjar.
Ayat 4
Bahasa Inggris : nest. I will bring you down
Bahasa Indonesia : sarang. Aku akan menurunkan engkau
Bahasa Batak Toba : asar. Sai na onjaronHu do ho sian i.
Ayat 5
Bahasa Inggris : be cutt off
Bahasa Indonesia : dibinasakan
Bahasa Batak Toba : hasisiapmu.
Ayat 6
Bahasa Inggris : searched out. Treasure. hidden
Bahasa Indonesia : digeledah. Harta benda. tersembunyi
Bahasa Batak Toba : pandiori. Parbonangonna. Sitabunianna.
Ayat 7
Bahasa Inggris : confederacy. Deceive and prevail againts
Bahasa Indonesia : teman sekutumu. diperdayakan
Bahasa Batak Toba : baoa parjanjianmu. Dipaotooto jala dipatunduk



II. Bentuk
II.1. Corak sastra
Kitab Obaja adalah suatu kumpulan ucapan-ucapan yang dikemukakan atas nama YHWH sebagai suatu penghukuman atas Edom atau suatu bangsa yang menunjukkan dirinya sebagai musuh YHWH. Ciri kitab nubuat ini ditulis dalam bentuk puisi dan berisi gambaran yang paling realistis mengenai pengepungan dan penyerangan terhadap sebuah kota Edom. Isi kitab ini juga merupakan ungkapan untuk membalas dendam, membayangkan dengan penuh sukacita setiap detail dari keruntuhan musuh- musuh bangsa Israel.



II.2. Penulisan

Penulis kitab yang pendek ini ialah seorang nabi bernama Obaja; di dalam kitab ini, keturunan dan keterangan lain tentang hidupnya tidak diberikan. Nama "Obaja" cukup umum, dan berarti "hamba Tuhan"; 12 atau 13 orang dalam Alkitab memakai nama ini (mis. 1Raj 18:3-16; 2Taw 17:7; 2Taw 34:12-13). Kitab Obaja dikarang di Yerusalem atau Yehuda, setelah runtuhnya kota Yerusalem pada tahun 586 oleh raja Nebukadnezar.
Suasana yang dibicarakan dalam kitab Obaja agaknya adalah pengepungan Yerusalem oleh Babel pada tahun 586 sM. Orang Edom dan Israel adalah saudara (ayat 12), Edom keturunan Esau (kej 36:9), saudara laki-laki dari Yakub (Israel) dan mereka menduduki tanah yang kemudian disebut Idumea. Segarnya penolakan itu mendesakkan tanggal penulisannya itu jauh dari 586 sM, dan pasti sebelum Edom diduduki orang Nabatea pada abad ke empat.
Dalam ayat 1a surat ini berisi nubuat atau khayal dari Obaja (artinya: abdi YHWH). Menurut ayat 2-9 bangsa Edom atau Esau dimusnahkan. Ayat 10-14 dan 15b memberi alasan: Bangasa Edom melihat kecelakaan bangsa Yehuda dengan sangat gembira bahkan memakai kesempatan itu untuk merampas harta benda dan membunuh pelariannya. Ayat 15a dan 16-21 tidak lagi khusus memperhatikan Edom. Ayat ini menubuatkan datangnya hari Tuhan. Pada saat itu bangsa kapir akan lenyap, tetapi gunung Sion akan menjadi tempat perlindungan dan bangsa Israel akan menduduki daerannhnya kembali dan bahkan akan diperluas.
Beberapa pandangan dalam penyusunan kesatuan kitab Obaja.
1. Kesatuan surat Obaja tidak usah diraguragukan. Hubungan antara ayat 10-15 dan ayat 2-9 cukup jelas. Ayat 10-15 menerangkan sebab apa Edom ditimpa hukuman berat seperti dilukiskan dalam ayat 2-9. kemudian ayat 15-21 menguraikan hal yang baru yaitu kedatangan hari Tuhan
2. Ayat 10-14 menunjukkan waktu kebinasaan kota Yerusalem tahun 586. pada waktu itu Edom bersikap jahat terhadap Yehuda (yeh. 25:12, 35:5, 12, 13; 36:5). Jadi boleh disimpulkan surat Obaja disusun sesudah tahun 586.
Menurut Wellausen, ayat 2-9 melukiskan hal-hal yang sudah terjadi dahulu. Oleh karena tanah Edom pada permulaan abad kelima sM, mulai diserang oleh suku-suku Arabdan akhirnya diduduki oleh suku-suku itu, maka Wellhausen dan ahli yang lain yang sepaham dengannya menerima nubuat ini diucapkan pada abad kelima itu.
Nabi Obaja agaknya bukan nabi yang orisinil pikirannya. Banyak ayat dalam surat ini mirip dengan ayat dari surat nabi lain. Mis, ayat 3 dan 4 mirip dengan Amos 9:2b dan Yes 14:13 dsi; ayat 7b mirip dengan Yer 38:22 dan Mzr 41:10. ayat ib-10 ada banyak persamaan dengan Yer 49:7-22.
Jika Yer 49:7-22 dari Yeremia sendiri, maka Obaja mengutipnya. Tapi jika Yeremia 49:7-22 tidak autentik, ada kemungkinan juga Yeremia mengutip dari Obaja. Perkara ini sukar ditentukan.
Menurut C. F. Keil, posisi kitab Obaja sebagai jilid keempat dari kumpulan ke-12 nabi kecil memberikan indikasi bahwa kitab ini ditulis sekitar abad ke-18 sM. berbagai uasaha telah dibuat untuk menghubungkan nama pengarang ini dengan hamba (kepala istana) raja Ahab (1 raj 18:1-16), dengan seorang guru dalam pemerintahan Yosafat (II Taw 17:7) serta seorang pengawas yang bekerja bagi raja Yosia (II Taw 34:12).


Kitab nubuat ini ditulis bertujuan :
1. untuk menyatakan murka Allah yang hebat terhadap Edom karena sukacita mereka atas penderitaan Yehuda
2. untuk menyampaikan firman Allah tentang hukuman yang akan datang atas Edom.
Kitab Obaja menyatakan hasil akhir dari tindakan Allah dimana bagi orang Edom mendapat kebinasaan sedangkan bagi umat Allah Israel dibebaskan dari musuhnya. Kitab Obaja terdiri atas dua bagian utama. Di dalam bagian pertama (ayat Ob 1:1-14), Allah mengungkapkan melalui sang nabi ketidaksenanganNya dengan Edom dan menuntut pertanggung-jawaban karena dosa-dosa mereka, khususnya dosa kesombongan (karena perlindungan geografis) dan dosa sukacita atas jatuhnya Yehuda. Hukuman Allah yang diramalkan akan mendatangi mereka, dan sang nabi tidak menawarkan harapan untuk penangguhan berdasarkan ajakan untuk bertobat dan berbalik kepada Allah; mereka akan dimusnahkan untuk selama-lamanya (ayat Ob 1:10). Bagian kedua (ayat Ob 1:15-21) bernubuat tentang kedatangan hari Tuhan ketika Edom dan semua musuh Allah akan dibinasakan, sedangkan umat Allah diselamatkan dan kerajaanNya pun menang.
II.3. Sitz in leben
Pertama sekali nubuat tentang pembalasan Allah kepada bangsa Edom disampaikan melalui langsung oleh Allah kepada Obaja di rumahnya, di kota Yerusalem. Kemudian Obaja sebagai seorang hamba Allah menyatakan langsung pesan itu kepada bangsa Edom tentang hukuman dari Allah itu di tempat tinggal bangsa Edom, yaitu Pegunungan Seir di sebelah selatan daerah Edom. Daerah ini terbentang dari sebelah selatan Laut Mati sampai Teluk Akaba. Nama Seir diambil dari nama orang yaitu Seir dari bangsa Hori, artinya penghuni bukit batu. Awalnya bangsa Hori tinggal di daerah itu lalu bangsa Esau merebut lalu menetap di sana. Perebutan tanah itu dilakukan untuk melakukan perubahan dalam bentuk peradaban baru yang menciptakan agama resmi bagi daerah itu.
Dalam situasi dalam kitab ini tidak mungkin diperdengarkan dalam Bait Suci, karena karena Bait Suci sudah runtuh. Diusulkan mungkin diperdengarkan di forum yang bebas bagi semua orang yang ada pada saat itu.

2.4. Tradisi Penghukuman/Penghakiman Allah
Cerita ini menjelaskan tentang penghukuman terhadap bangsa Edom. Sebab bangsa Edom telah menindas bangsa Israel. Jika dilihat dari sejarahnya bangsa Edom dan Israel masih Satu nenek moyang namun pemikiran bangsa Edom sangat bebeda dengan bangsa Israel. Bangsa Edom lebih mementingkan harta duniawi dan ingin merebut wilayah Israel. Akibat kejahatan yang dilakukan bangsa Edom terhadap bangsa Israel yang sangat keji maka Allah menghukum mereka.
III. Situasi historis
III.1. Situasi politik
Ketika Nebukadnezar mengepung Yerusalem bangsa Edom bersatu dengan tentara penyerang itu (Yehezkiel 35:5; 36:6), membantu menjarahi kota, dan membunuh orang yang berusaha meloloskan diri (bnd: Mazmur 137:7).
Pada masa kehancuran Kota Yerusalem tentara Nebukadnezarlah yang menduduki Kota tersebut. Lalu tentara Nebukadnezar meninggalkan kota itu dalam kondisi yang sudah hancur. Hanya Kota yang terletak diNegeb yang tidak dihancurkan yang terpisah jauh dari Yerusalem. Daerah itu juga sudah hampir termasuk sebelah utara dari provinsi dari Samaria, Babilonia. Populasi penduduk juga sudah sangat kecil dan tertindas.

III.2. Keadaan sosial
Jerusalem sendiri telah runtuh. Sedikit sekali jumlah orang yang hidup di kota ini. Kehidupan yang benar-benar chaos membuat banyak penderitaan, kanibalisme, pembantaian anak-anak, pembunuhan imam dan pelayan-pelayan kuil. Terkesan suasana bukan tempat yang layak lagi untuk dihuni.
Sifat bangsa Edom sama seperti nenek-moyangnya Esau dan negerinya. Mereka gemar sekali dengan perkara-perkara duaniwai dan sifatnya sangat kejam. Mereka memusuhi orang Israel dengan sengit, tak kenal ampun dan dengan tidak henti-hentinya. Dalam sejarah kedua bangsa itu sering terjadi dan bentrokan peperangan. Kejahatan-kejahatan itulah nantinya menjadi alasan Allah untuk kepastian menghukum bangsa Edom. Dengan kuasa Allah, bangsa Edom akan segera dihancurkan.

III.3. Keadaan ekonomi
Watak dan tabiat bangsa Edom tidak terlepas dari sifat dunia yang penuh keserakahan dan tamak. Sifat yang demikian itu merupakan sifat warisan dari Esau, nenek-moyangnya. Banyak tingkah laku bangsa Edom yang mementingkan harta jarahan dari bangsa sekitarnya. Mereka rela berperang demi mendapatkan segala benda yang memiliki nilai yang berharga.
Peradaban di Yerusalem tidak begitu dapat berkembang. Kondisi perang yang telah terjadi memang cukup membuat kehidupan bangsa Israel memulai kehidupan yang baru dimulai sejak awal lagi.

III.4. Keadaan keagamaan
Bangsa Edom lebih mementingkan harta duniawi sehingga bangsa Edom lebih mendewakan harta duniawi dan melupakan kehidupan rohani. Bangsa Edom menjadi tidak patuh kepada Allah.
Bangsa Babylonia telah menghancurkan Kota Yerusalem serta Bait sucipun ikut hancur. Kehancuran Bait Suci membuat kegiatan agama tidak berkembang dengan pesat. Hal ini akan mempengaruhi citra sebagai umat pilihan Allah dimana selalu memiliki ciri khas ibadah yang kental dengan monotheisme.

IV. Firman
IV.1. Topik
Thema yang akan diangkat disini adalah merupakan “hari penghakiman Allah terhadap bangsa Edom melalui pengutusan Obaja” (Obja `1:`1-7) . Allah adalah kudus dan menuntut kekudusan dari umatNya, tetapi Ia membiarkan bangsa-bangsa melakukan segala kejahatan, bagaimana Ia menjadi penguasa bangsa-bangsa. Obaja menjawab dengan menyebtukan dahulu kejahatan Edom, kemudian mengumumkan hari Tuhan yang akan datang, setelah penghakiman akan tiba pemulihan dan pembaharuan. Obaja diutus untuk menyampaikan tindakan Allah itu. Tindakan itu memang adalah Hari Penghukuman (A Day Of Judgement). Daerah Edom akan menjadi tanah yang tandus dan gersang sehingga bangsa Edom akan binasa. Penghakiman Allah tentang Hari Tuhan kini telah menjadi keputusan yang tidak bisa diganggu gugat untuk bangsa Edom yang melawan bangsa Israel dan yang menentang Allah.

IV.2. Pendapat para ahli



IV.2.1.
"Pengenalan Alkitab" oleh Dr. R.C. Sproul hal 99-101
Dr. R.C. Sproul : Pokok persoalan pengajaran Yesus ialah bahwa hukum memiliki penerapan yang lebih luas daripada hurufnya. Jika kau membunuh seseorang, kau melanggar huruf hukum, jika kau membenci seseorang kau melanggar roh hukum.

"ALKITAB : Buku Untuk Masa Kini oleh John Stott, hal 72 – 73

John Stott : hukum mutlak Allah ialah kasih, dan semua hukum lainnya telah dihapuskan dan kasih sendiri cukup untuk dijadikan patokan bagi kelakuan Kristen. ... Namun demikian kasih membutuhkan garis pedoman, dan pedoman inilah yang disediakan Allah dalam perintah-perintahNya. Kasih tidak meniadakan hukum tetapi menggenapinya.

Hans Walter Wolff : Hukuman itu adalah sebuah bentuk ekspresi terlihat nyata yang luar biasa menyalahkan, menindak secara proporsional untuk sebuah idealisme atau sikap materialisme secara murni terhadap apa yang dicari-cari.
IV.2.2. Hilton C. Oswald : Hukuman itu adalah peristiwa penghancuran yang didasarkan kepada perbuatan akibat menyerang orang-orang yang dikasihi, merugikan termasuk membunuh.
IV.2.3. Lloyd J. Ogilvie : Apa yang akan terjadi kepada kita jika pada saat terjadi hukum yang setimpal disetarakan kepada kita.

IV.3. Persamaan dan perbedaan
IV.3.1. Persamaan
Ketiga pendapat para ahli tersebut ada kesamaan; adanya tindakan yang selalu mempersalahkan akibat kelakuan yang dilakukan terjadi penyimpangan secara pandangan objektif.
IV.3.2. Perbedaan

John Stott : hukuman yang berbentuk kasih namun bukan berarti orang yang salah tidak dihukum melainkan hukuman itu digenapi.
.
Hilton C. Oswald : Bentuk tindakannya lebih mengarah kemusnahan tanpa melihat/memperhitungkan seberapa besar kesalahan yang terjadi/diperbuat.

IV.4. Analisis pendapat para ahli
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa tindakan yang menjadi titik awal untuk menghukum dimana berawal dari terlalu besar rasa cinta akan harta dunia. Sehingga usaha yang dilakukan juga memang akan gagal. Peranan “judgment yang sejati” di dalam dunia memang telah kita ketahui adalah di tangan Allah. Karena sebenarnya yang terjadi seluruhnya adalah ciptaanNya dengan kuasa yang tidak terbatas.


IV.5. Tafsiran ayat-ayat
Ayat 1 :
Pada ayat 1 ini merupakan Nubuat Obaja dalam bentuk pengadilan pidana. Pelanggar hukum diketahui, dibawa ke pengadilan, dan dihukum. Tuhan ALLAH adalah Hakim yang berbicara tegas menentang Edom. Mendahului pengadilan itu, bentara Sang Hakim sudah mengumumkan peristiwa itu kepada bangsa-bangsa, dengan memanggil mereka untuk. hadir dengan maksud agar bersiap sedia untuk bertempur. Sehingga dapat dikatakan bahwa prikop ini merupakan tentang “wahyu” dimana memperkenalkan kisah kenabian. Pada ayat 1 ini merupakan suatu penyampaian berita untuk menggunakan kekuatan perang untuk melawan bangsa Edom. Selengkapnya disebutkan kata “bangsa-bangsa” yang ada merupakan bangsa dan peduduknya adalah di bawah kendali Allah. Sikap arogansi dari bangsa Edom yang menyerang Yudea adalah anggapan yang bodoh bahwa Yudea tidak mempunyai sekutu perang menjadi pemisah pemahaman ketika semua bangsa berbalik menyerang Edom.

Orang Edom adalah tetangga selatan Yehuda yang merupakan keturunan Esau (ayat Ob 1:6), saudara Yakub; jadi, mereka masih saudara Israel (ayat Ob 1:10). Akan tetapi, mereka telah menjadi musuh bebuyutan umat Allah, sering kali membantu pasukan asing untuk menyerbu Israel. Karena permusuhan dan kebencian Edom yang lama terhadap Israel, murka Allah akan menimpa mereka. Tindakan Allah ini akan disampaikan oleh Obaja dengan pernyataan peristiwa “unik” akan terjadi terlihat bentuknya itu terlihat nyata. Allah sendiri akan mendatangkan hukuman melalui utusanNya, yang membangkitkan peperangan dan merencanakan penghancuran sekaligus memusnahkan kota Edom.

Ayat 2 : Murka Allah terhadap bangsa Edom, membuat bangsa Edom menjadi sangat hina dan terkutuk akibat kejahatan mereka terhadap bangsa Israel. bangsa Edom akan menjadi bangsa yang sangat hina. Ada 2 kutukan yang dibuat Allah yang akan terjadi pada masa Edom selanjutnya: 1. Pembunuhan besar-besaran 2.Penurunan kedudukan keberadaan bangsanya. Firman Allah menyatakan bahwa musuh bangsa Israel akan segera dikutuk. Dalam sebuah model kutukan melawan bangsa lain, Allah berbicara langsung kepada bangsa Edom dengan menggunakan kenabian yang nyata untuk menjalankan hukuman yang akan tiba saatnya.

Ayat 3 :
Bangsa Edom hidup di daerah pegunungan berbatu. Secara congkak mereka beranggapan bahwa negeri mereka itu aman dan menjadi sombong karena kemandirian dan kekuatan mereka. Mereka merasa sombong karena berhasil merebut sebagaian daerah Yudea namun Allah akan meruntuhkan mereka.

Ayat 4 :
Allah adalah Maha kuasa Ia memiliki segalanya, sementara Edom tidak pernah takut akan Allah. walaupun Edom berada di tempat tinggi, aman, terlindungi. Layaknya burung elang yang bisa terbang bebas di angkasa. Ia bebas terbang itu menyatakan bahwa betapa hebat keegoisannya, tinggi hati, yang sangat dibenci Allah. Akan tetapi Edom akan diruntuhkan oleh Allah. Di dalam kota Sela ada dua kota besar yaitu Teman dan Bozrah, berkembanglah kubu pertahanan, Petra dekat kota Sela, lokasi ini dekat sekali dengan jalan masuk yang sempit diantara pegunungan tinggi. Dahulu kota ini sempat termasuk daerah kekuasaan Yerusalem dan juga Babylonia pada 605 sM.

Ayat 5 :
Telah menjadi kebiasaan orang Edom untuk menjarah, merampok / mencuri dan membunuh orang lain; kini mereka akan mengalami hal yang sama karena Allah mengirim bangsa lain untuk melawan mereka. Bahkan lebih dari pencuri itu, Edom akan segera digunduli, ditumpas habis, dikalahkan dan dirampas dalam perang. Apa yang ada kepunyaan Edom akan sirna begitu saja bahakan namanya. Hal itu dikarenakan kesalahan-kesalahannya akan perebutan daerah, perang yang ditimbulkan serta kepentingan akan harta benda. Kejahatan bangsa Edom itu tidak dapat lagi dimaafkan.

Ayat 6 :
Kejayaan Edom ketika berperang merebut Yudea kini menjadi kehancuran buat bangsa Edom sebab bangsa Edom telah diserang oleh kaum Esau. Edom penuh dengan pertumpahan darah. Edom akan runtuh, seluruh isinya akan diobrak-abrik oleh pencuri. Bahkan seluruh harta yang terpendam akan dicari-cari. Peristiwa terlihat mengejutkan. Karena tidak dapat disadari. Kejadian ini mengekspresikan bentuk yang luar biasa.

Ayat 7:

Bangsa Edom adalah bangsa yang sangat keras dan selalu arogan, apapun akan mereka lakukan.sampai- sampai mereka berperang walaupun mereka tahu bahwa bangsa mereka adalah bnagsa bangsa yang lemah dalam militer, memiliki jumlah penduduk dan sumber pertanian yang kecil untuk sering menghindari kekuatan perang. Akan tetapi Edom dapat menyerang Yudea, Negeb dan menolong perampok Yerusalem dan berlindung di daerahnya untuk menjadi sekutu perangnya. Lalu mereka membentuk suatu bangsa yang kuat, layaknya Babylonia. Dibawah tekanan Arab, Edom akan diusir dari tempat asalnya lalu menempati daerah sebelah selatan Yudea. Arab adalah teman satu meja, bisa jadi teman akrab yang dapat dipercaya. Dengan pertemanan inilah Allah juga memakai Arab sebagai alatNya dalam membalaskan dendam.


V. Skopus

Teologi Penghakiman
Allah menuntut kebenaran, Allah tidak akan selalu membiarkan tingkah laku yang berlawanan dengan kehendakNya, Ia menghendaki agar hidup lebih benar dan menghakimi atau menghukum jika tidak taat (ay. 10-12, 17-21), juga (Amos 1-2).

Teologi Kekudusan
Allah adalah kudus dan umatNya juga harus hidup dalam kekudusan seperti yang dikehendaki oleh Allah.
Teologi Keselamatan
Allah akan memberikan keselamatan bagi orang-orang yang datang dan meghadap ke dalam kemahNya sebagai tempat kemulianya.









DAFTAR PUSTAKA

Baxter, J Sidlow
2002 Menggali Isi Alkitab 2 : Ayub sampai dengan Maleakhi, Jakarta (Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF)

Bright, John
1981 A History Of Isarel, Philadelphia (Westminster Press)

Buttrik, George Arthur
1956 The Interpreters Bible New York (Abingdon Press)

Coggins, da R.J. dan Houlden, J. L.
1900 A Dictionary Of Biblical Interpretation London (SCM Press)

Fohrer, Georg
1968 Introduction To Old Testament United States of America (Abingdon Press)
1981 History Of Israelite Religion, London (SPCK)

Hartison, R. K.
1969 Introduction To The Old Testament, Michigan (William B Eerdmans Publishing Company)
HKBP,
2009 Bibel Dohot Buku Ende HKBP Tarutung (HKBP )

Hubbard, David A dan Barker, Glenn W.
1987 World Biblical Commentary : Volume 31 Hosea-Jonah, Texas (Word Books Publisher)

Knight, Douglas A. dan Tucker, Gene M.
1985 The Hebrew Bible and It’s Modern Interpreters, California (Scholars Press)

Koch, Klaus
1987 The Prophets: Volume I The Assyrian Period, Philadelphia (Fortress Press)

Lasor, William Sanford, dkk,
1989 Old Testament Survey Michigan (William B Eerdmans Publishing Comapany Grand Rapids)
Lembaga Alkitab Indonesia,
1990 Alkitab Jakarta (Lembaga Alkitab Indonesia)

Nelson Inc, Thomas
1982 Holy Bible New King James Version, Thomas Nelson Inc, Nashvile

Ogilvie, Lloyd J.
1990 Mastering the Old Testament: Hosea, Joel, Amos, Obadiah, Jonah, United State of America (Word Publishing)

Oswald, Hilton C.
1975 Luther’s Works: Volume 18 Minor Prophet I Hosea-Malachi, Michigan (Concordia Publishing House)

Owens, John Joseph
1994 Analytical To The Old Testament : Volume 4 Isaiah-Malachi, Michigan (Baker Book House Grand Rapids)


Team, Reality
2007 Advanced Dictionary : English-Indonesian Indonesian-English Jakarta (Reality Publisher)

Walvoord, John F.
2003 Pedoman Lengkap Nubuat Alkitab Bandung (Yayasan Kalam Hidup)


Wolff, Hans Walter
1986 Obadiah And Jonah, Michigan (Augsburg Publishing House)


Wood, Leon J.
1993 The Prophets Of Israel Michigan (Baker Book House Grand Rapids)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Alamiah Dasar Sepuluh Misteri Tata Surya